Sebagai solois, Rere diberi kesempatan emas untuk menyanyikan lagu “Koyo Jogja Istimewa”, berduet dengan perwakilan suara bas dari Jawa Timur. Keberhasilan ini tentu membuat Rere bangga.
“Saya sendiri tidak menyangka bahwa melalui audisi berbagai jenis lagu sampai tes membaca puisi, mampu terpilih sebagai solois. Ini merupakan kebanggaan tersendiri untuk sekolah dan propinsi Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Keberhasilan yang Menurun dari Keluarga Pecinta Musik
Ternyata, jejak keberhasilan Rere sebagai anggota GBN 2025 sudah didahului oleh kedua kakaknya yang merupakan alumni GBN tahun 2015 dan 2022.
Rere, yang merupakan putri bungsu dari pasangan Bapak Daniel dan Ibu Sosiowati, tumbuh di lingkungan keluarga yang mencintai musik.
Baca Juga: Putra Anggota Polres Kapuas Hulu, Gregorius Marhico, Lolos Paskibraka Nasional 2025
Sejak usia 6 tahun, ia sudah dilatih vokal dan memiliki kepiawaian bermain piano dan kalimba. Saat ini, Rere juga sedang mendalami kemampuannya dalam bermain biola.
Di akhir ceritanya, Rere berbagi tips agar suaranya tetap jernih dan terjaga, yaitu dengan mengonsumsi kencur dan minum air hangat.
“Keberhasilan Pasti Diraih Melalui Jalan Berliku, Maka Jangan Malu untuk Mencoba dan Berproses”. Pesannya.
(*Red)












