Menurut analisis BMKG, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hujan masih turun di Jakarta hingga akhir Agustus 2025.
Baca Juga: BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Bencana Serentak di 5 Provinsi, Warga Diimbau Waspada
Pertama, dinamika atmosfer lokal seperti suhu permukaan laut yang hangat memicu pembentukan awan hujan. Kedua, adanya pengaruh angin laut dan konvergensi angin.
Faktor global seperti Madden Julian Oscillation (MJO) juga turut menambah pasokan uap air ke wilayah Indonesia bagian barat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan berbagai bencana alam di Indonesia memerlukan kewaspadaan ekstra sepanjang tahun.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap segala jenis potensi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca, fenomena geologi maupun vulkanologi dan selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang seperti BNPB, BMKG, BPBD, PVMBG, TNI, Polri dan sebagainya.
Baca Juga: Atasi Kekeringan di NTT, BNPB Hadirkan Sumber Air Bersih Melalui 39 Sumur Bor
(*Red)
















