Kritiknya semakin tajam saat ia menyoroti pemilihan lokasi FGD yang kerap diadakan di hotel-hotel mewah, yang menurutnya merupakan pemborosan anggaran.
Baca Juga: Anggaran Infrastruktur Tak Lagi Terbesar, Kemana Arah Pembangunan Indonesia di Era Prabowo?
Ia kemudian memuji langkah efisiensi yang berhasil dilakukan oleh Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat.
“Saya terkesan ketua kalian, Ketua Umum Apkasi Saudara Bursah Zarnubi, melaporkan dalam kabupaten beliau tahun ini beliau sudah menghemat 462 miliar rupiah untuk kabupaten, Luar biasa ini,” ujarnya.
Menurut Prabowo, penghematan fantastis tersebut dicapai dengan cara sederhana, yaitu memangkas anggaran perjalanan dinas, rapat yang tidak perlu, seminar, hingga kunjungan kerja.
Ia pun melontarkan pertanyaan retoris yang disambut antusias oleh hadirin.
“Untuk apa lagi kunjungan kerja? yang penting kerja bukan kunjungan-kunjungan kerjanya, iya kan?” tanya Prabowo.
Sebagai penutup, inti dari pesan Prabowo untuk bupati adalah tentang mentalitas kepemimpinan.
Baca Juga: Prabowo Soroti Distorsi Sistem Ekonomi, Pengusaha Beras Nakal Jadi Biang Kerok Harga Pangan
Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati tidak boleh lari dari masalah, melainkan harus berani menghadapinya secara langsung.
“Dan pemimpin akan mengatasi kesulitan itu,” pungkasnya.
(*Red)
















