Langkah ini dianggap penting untuk menjawab kegelisahan publik terhadap kinerja para wakil rakyatnya.
Meski dihadapkan pada intimidasi dan kekerasan, massa menegaskan bahwa gerakan mereka tidak akan berhenti.
Mereka menutup pernyataan sikap dengan seruan perlawanan, “Hidup mahasiswa! Hidup rakyat tertindas!”
Baca Juga: Sahroni Sebut Pendemo Anarkis di Bawah Umur ‘Brengsek’, Serukan Polisi Penjarakan Anak-Anak
(*Red)
















