Setelah melihat keadaan di lapangan, Edi memastikan bahwa rumah milik Norma akan segera direnovasi melalui program perbaikan rumah tidak layak huni yang akan dimulai pada awal September mendatang.
“Di perubahan anggaran sudah kita masukkan dan Insya Allah paling lambat awal September mulai dikerjakan. Ini bagian dari persiapan agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai melakukan peninjauan.
Intervensi Pemerintah Tak Hanya Bedah Rumah
Lebih lanjut, Edi Kamtono menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada satu laporan.
Baca Juga: Wako Edi Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran di Beting Pontianak, Pastikan Bantuan Segera Disalurkan
Ia mendorong seluruh aparat di tingkat kecamatan hingga RT untuk lebih proaktif dalam melaporkan kondisi warga yang membutuhkan bantuan.
“Kalau tidak ada informasi, tentu kami terbatas. Makanya begitu ada laporan, langsung kita tindaklanjuti. Setiap tahun kita punya program bedah rumah dan pembangunan sanitasi. Jumlahnya sudah cukup banyak,” tuturnya.
Pemerintah Kota Pontianak juga memberikan intervensi lain untuk keluarga Norma, seperti sambungan air bersih gratis melalui program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan memastikan akses listrik yang layak.
Edi menekankan bahwa tidak boleh ada warga ber-KTP Pontianak yang luput dari fasilitas dasar.
“Untuk pendidikan, anak-anak usia sekolah kita masukkan ke sekolah dan ditanggung semuanya, termasuk kesehatan. Bahkan cucu-cucu dari keluarga penerima manfaat ini juga kita gratiskan,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Trisnawati, menambahkan bahwa berbagai bantuan sosial telah disalurkan kepada keluarga Norma.
“Melihat kondisi rumah Bu Norma yang sangat tidak layak, tadi langsung Bapak Wali Kota memutuskan untuk segera dilakukan bedah rumah melalui Dinas Perkim dan PU. Targetnya bulan September sudah mulai dieksekusi,” ungkap Trisnawati.
Bantuan lain yang diterima keluarga ini meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan pendidikan, jaminan kesehatan melalui BPJS, serta bantuan sembako dari Pemkot Pontianak dan Baznas.
Baca Juga: Edi Kamtono Tinjau Rumah Warga Pontianak yang Roboh Dihantam Ombak Kapal
Seluruh bantuan ini disalurkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Tujuannya untuk mengurangi beban pengeluaran sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi,” terangnya.
Ucapan Syukur dari Keluarga Penerima Manfaat
Norma tinggal di rumah tersebut bersama dua anaknya yang berstatus janda dan duda, serta kelima cucunya. Untuk bertahan hidup, ia bekerja serabutan.
“Kadang saya nyuci baju orang, kadang jual kerupuk, atau jual ikan kalau ada yang pesan. Yang penting bisa dapat untuk beli beras, walau hanya sedikit,” pungkas Norma.
Tak kuasa menahan haru saat rumahnya dikunjungi langsung oleh Wali Kota, Norma mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang akan diterimanya setelah lebih dari 20 tahun menempati rumah sederhana itu.
“Terima kasih banyak atas bantuan ini, semoga bantuan yang diberikan kepada kami ini bisa memperbaiki kehidupan keluarga kami,” ucapnya penuh syukur.
















