Meski demikian, target Pajak Daerah tidak dinaikkan dan tetap berada di angka Rp 109,227 miliar karena realisasi beberapa objek pajak belum mencapai harapan.
Upaya Mengurangi Ketergantungan Dana Pusat
Menjawab sorotan Fraksi Partai Gerindra, Bupati Yohanes Ontot mengakui bahwa kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah masih relatif kecil.
“Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah baru mencapai 12,36%, sementara 87,64% masih bersumber dari dana transfer daerah,” ungkapnya.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah daerah telah dan akan terus melakukan berbagai upaya optimalisasi PAD, di antaranya membuat regulasi baru, mengembangkan sistem pembayaran pajak elektronik, memutakhirkan data wajib pajak, hingga bekerja sama dengan Kejaksaan dan Bank Kalbar untuk efektivitas penagihan.
Baca Juga: Remisi Serentak HUT RI ke-80, 554 Narapidana Sanggau Dapat Pengurangan Hukuman
Realisasi Anggaran dan Prioritas Pendidikan
Berdasarkan laporan per 31 Juli 2025, realisasi fisik APBD Sanggau telah mencapai 47,59%, sedangkan realisasi keuangan menyentuh angka 38,91% atau setara Rp 775,434 miliar dari total belanja Rp 1,981 triliun.
Menanggapi pandangan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengenai kondisi sekolah, Bupati mengakui masih ada fasilitas pendidikan yang terbatas.
“Pemerintah akan melakukan pendataan menyeluruh dan menyusun skala prioritas untuk renovasi, berdasarkan tingkat kerusakan, jumlah siswa, dan urgensi kebutuhan, agar penanganan dapat dilakukan secara terencana dan tepat sasaran,” jelasnya sepert dikutip dari diskominfo.sanggau.go.id.
(*Red)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















