Sebagai simbol persatuan, seluruh pengurus diminta mengenakan kemeja putih KADIN atau kemeja putih polos.
Seragam putih dianggap melambangkan kesederhanaan, keterbukaan, dan kesungguhan mengabdi kepada organisasi.
Dengan dimulainya periode kepengurusan baru 2025–2030, KADIN Kalbar berharap tampil lebih progresif dan responsif terhadap tantangan global maupun regional.
Saleh Galing menegaskan KADIN Kalbar bukan hanya representasi pengusaha besar, melainkan juga rumah bersama bagi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
“Kita ingin KADIN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh pelaku usaha, baik besar maupun kecil. Kehadiran KADIN harus menjadi energi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Rapat ini diharapkan menjadi momentum awal memperkuat peran organisasi, mengokohkan kepengurusan periode 2025–2030, serta menjawab tantangan dunia usaha yang semakin kompleks.
Dengan komitmen kebersamaan dan visi strategis, KADIN Kalbar optimis dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Kalimantan Barat dalam peta perdagangan nasional maupun internasional.
(fd)
















