Aiptu Ade menggambarkan detik-detik tenggelamnya kapal tersebut.
“Gelombang tinggi menerjang lambung kapal, air masuk hingga ke ruang mesin, dan dalam hitungan menit kapal pun karam,” ucapnya.
Seluruh awak kapal yang berada di lokasi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tanpa cedera. Identitas mereka adalah Hendar (nahkoda) dan tiga ABK yang terdiri dari Agi, Hajar, serta Gebbi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi bangkai kapal belum bisa dilaksanakan karena kondisi ombak di perairan Padang Tikar masih terlalu tinggi dan berbahaya.
Meski begitu, petugas bersama masyarakat sekitar berupaya keras menyelamatkan sisa muatan kopra agar tidak hanyut terbawa arus laut.
Baca Juga: KM. BOS MUDA Karam di Perairan Padang Tikar
Akibat insiden kapal karam di Kubu Raya ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pemilik kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Faktor cuaca menjadi penyebab utama kapal karam. Kami mengingatkan masyarakat, khususnya para pemilik kapal motor dan nelayan, untuk selalu mengecek prakiraan cuaca dan memprioritaskan keselamatan dalam beraktivitas di laut,” imbau Aiptu Ade.
Saat ini, Polsek Batu Ampar terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merencanakan langkah evakuasi kapal sambil terus memantau perkembangan cuaca di lokasi kejadian.
(*Red)
















