Menurut Krisantus, penerapan kebijakan ini secara serampangan dapat menyulut konflik horizontal di tengah masyarakat.
Baca Juga: Tanah Bersertifikat Terlantar Bisa Disita Negara, Ini Aturannya
Ia bahkan secara terbuka mengancam akan memimpin aksi demonstrasi jika kebijakan tersebut merugikan warga di wilayahnya.
Baginya, kebijakan ini adalah “api dalam sekam” yang bisa membakar stabilitas sosial kapan saja.
“Kalau tanah yang nganggur diambil negara sama saja. Kalau ini terjadi kepada warga Kalbar, saya akan teriak lagi. Demo lagi. Saya suruh rakyat demo nanti. Bentar lagi tunggu saja, ini api dalam sekam,” tegasnya dengan nada tinggi.
Sikap kritis yang ditunjukkan Wagub Kalbar ini menegaskan posisinya sebagai pembela kepentingan masyarakat daerah dalam menghadapi kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak populis.
(*Red))
















