Faktakalbar.id, SAMBAS – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sambas berdampak signifikan terhadap produksi buah naga di Kecamatan Jawai.
Menurut Darma dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Jawai, kekeringan telah mengganggu proses berbunga pada tanaman buah naga, sehingga hasil panen menurun.
“Untuk produksi memang terjadi penurunan, karena faktor kekeringan juga mengganggu proses berbunga dan pembungaan pada buah naga, yang mengakibatkan turunnya produksi,” katanya, Rabu (6/8/2025).
Ia menjelaskan, penurunan produksi berimbas pada omzet petani. Selain jumlah panen yang berkurang, harga buah juga tidak stabil.
“Dua minggu lalu, grade A di harga Rp8.000 per kilogram, dan dua hari ini grade A sudah kembali naik,” katanya.
Baca Juga: 195 Koperasi Desa Merah Putih di Sambas Ikuti Bimtek, Diharapkan Segera Beroperasi
Meski demikian, permintaan pasar terhadap buah naga dari wilayah tersebut tetap tinggi.
“Satu minggu lalu ada permintaan buah ke Natuna dan Riau sebesar 10 ton, dan itu terpenuhi oleh petani. Pasar lokal juga masih membutuhkan buah karena saat ini buah lokal sepi, hanya buah semangka yang menjadi pesaing buah naga,” jelasnya.
Darma menambahkan, kemarau panjang dengan suhu panas ekstrem membuat tanaman menguning akibat sengatan matahari yang berdampak pada pertumbuhan bunga. Penyakit busuk batang juga masih menjadi kendala bagi petani.
“Harga terakhir saya jual pada 1 Agustus, untuk grade A Rp9.000, grade B Rp6.000, dan grade C Rp7.000 per kilogram,” pungkasnya.
(DNS)
















