Namun, ia tidak menduga bahwa rumahnya akan runtuh dalam waktu singkat.
“Sekitar jam 10 pagi itu saya sudah dengar ada bunyi seperti patahan. Tapi saya sama sekali tidak menyangka rumah bakal ambruk. Seketika rumah roboh sekitar pukul 11.30 WIB dan semua barang-barang di dalam tidak bisa diselamatkan, termasuk kompor gas, tabung gas, dan dokumen-dokumen penting. Saya juga kehilangan sekitar 10 unit sampan lengkap dengan mesin tempelnya dari total 60 yang saya punya.” ujar Anwar.
Anwar menambahkan bahwa ia dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri karena lebih dulu keluar dari rumah setelah mendengar suara retakan yang mencurigakan tersebut.
Kapolsek Mempawah Timur, Iptu Imran, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menjelaskan bahwa faktor utama penyebab insiden ini adalah penurunan debit air sungai yang sangat signifikan.
Baca Juga: Tanah Longsor di Bandung Barat Tewaskan Satu Warga, Empat Rumah Terdampak
Kondisi surut ekstrem ini membuat struktur tanah di bantaran sungai menjadi labil dan rentan longsor.
“Saat ini, kalau dilihat, debit air sungai memang turun sangat signifikan. Kondisi ini bisa menyebabkan struktur tanah menjadi tidak stabil, apalagi di lokasi yang sudah mengalami erosi sebelumnya. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati apabila beraktivitas di sekitar lokasi erosi ataupun longsoran sungai. Dikhawatirkan bisa terjadi longsor susulan, apalagi kondisi tanah sangat labil.” jelas Iptu Imran.
(*Red)
















