“Dan juga kendala sumber air di lapangan yang sangat sedikit, tim saat ini masih melanjutkan pemadaman sampai waktu yang belum bisa ditentukan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Marjuni, menyampaikan bahwa berdasarkan data dari BMKG, titik-titik panas tersebar di enam kecamatan, dengan sebaran terbanyak di Teluk Keramat.
“Yang terbanyak di Teluk Keramat,” ungkap Marjuni.
Marjuni mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara dibakar, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Baca Juga: Prajurit Tanjungpura Padamkan Karhutla di Kubu Raya
“Apabila mengetahui adanya lahan terbakar, sedini mungkin dapat memadamkan secara mandiri, dan bila sudah mulai membesar segera laporkan ke pemerintah desa petugas/MPA/relawan di desa,” imbaunya.
Ia juga meminta masyarakat menggunakan masker saat kabut asap mulai menyelimuti wilayah.
“Bila kabut asap mulai pekat, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.
(DNS)
















