“Ketika nasabah tahu hak dan tanggung jawabnya, serta memahami perlindungan yang disiapkan bank, maka potensi terjadinya fraud bisa ditekan dari dua arah: internal dan eksternal,” ungkapnya.
Langkah Bank Kalbar ini juga didorong oleh kebutuhan identifikasi area rawan secara sistematis dan pengawasan ketat sebagai upaya preventif.
Baca Juga: Bank Kalbar Catat Kinerja Positif, Dividen Tembus Rp1,3 Triliun
Selain itu, Bank Kalbar terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap UMKM, proyek infrastruktur, dan layanan keuangan digital.
Dengan kemajuan teknologi, sistem pengawasan dan pelayanan perbankan Bank Kalbar kini lebih mudah diakses oleh nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Bank Kalbar terus meneguhkan visinya sebagai mitra utama pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Barat.
(fd)
















