BNPB Latih CPNS Jadi Agen Kemanusiaan, Fokus pada Ketangguhan dan Respon Cepat

Calon ASN BNPB TA 2024 mengikuti kegiatan caraka malam sebagai bagian dari pembekalan dan orientasi berganda di hutan kawasan Pusat Misi Peliharaan Perdamaian TNI, Desa Tangkil, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id
Calon ASN BNPB TA 2024 mengikuti kegiatan caraka malam sebagai bagian dari pembekalan dan orientasi berganda di hutan kawasan Pusat Misi Peliharaan Perdamaian TNI, Desa Tangkil, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Baca Juga: BNPB Catat Gempa, Banjir, dan Karhutla 16 Juli 2025

Selanjutnya, mereka memasuki fase penanganan darurat, mencakup evakuasi, pertolongan, dukungan logistik, hingga pendirian infrastruktur darurat.

Dalam fase ini, kemampuan bertahan hidup juga menjadi salah satu materi wajib.

“Seseorang hanya bisa membantu orang lain jika ia mampu menolong dirinya sendiri lebih dulu dalam kondisi darurat,” kata salah satu instruktur pembekalan.

Tak hanya itu, para CPNS juga dibekali pemahaman tentang proses rehabilitasi pascabencana.

Ini penting untuk memastikan masyarakat terdampak bisa bangkit dan hidup lebih baik pasca musibah.

Pelatihan juga mencakup komunikasi krisis agar para ASN mampu menyampaikan informasi bencana secara akurat, menenangkan, dan meningkatkan kepercayaan publik.

Materi tambahan seperti soft skill, kepemimpinan, pemecahan masalah, hingga disiplin juga disisipkan.

Baca Juga: Baca Juga: BNPB Catat 19 Bencana dalam 24 Jam: Banjir, Karhutla hingga Erupsi Gunung Api

Seluruh rangkaian pembekalan berlangsung intens selama empat hari, di mana peserta tinggal di tenda yang mereka dirikan sendiri dan menjalani aktivitas sejak sebelum subuh hingga larut malam.

Setelah menyelesaikan orientasi ini, para CPNS BNPB akan masuk ke tahap pelatihan dasar ASN selama 12,5 bulan sebelum resmi dilantik menjadi aparatur BNPB.

(*Red)