“BI akan menjaga inflasi dalam sasaran dan nilai tukar rupiah sesuai fundamental mencermati kondisi terkini serta mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi,” jelas Perry.
Perry juga menegaskan bahwa proyeksi inflasi untuk 2025 dan 2026 tetap terkendali di level 2,5% plus minus 1%.
Kejutan Lain: Trump Turunkan Tarif Impor Jadi 19%
Selain pemangkasan suku bunga oleh BI, pasar juga dikejutkan oleh keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menurunkan tarif impor untuk produk dari Indonesia menjadi 19%, dari sebelumnya 32%.
“Mereka akan membayar 19% dan kami tidak akan membayar apapun … kami akan memiliki akses penuh ke Indonesia, dan kami memiliki beberapa kesepakatan yang akan diumumkan,” ujar Trump dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters, Selasa (15/7/2025).
Trump menyebut penurunan tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang bilateral dengan Indonesia, menyusul pengumuman sebelumnya tentang kesepakatan tarif impor resiprokal yang dicapai dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tipis Jadi Rp16.396 per Dolar AS Usai BI Pangkas Suku Bunga
(*Red)
















