BNPB Catat 19 Bencana dalam 24 Jam: Banjir, Karhutla hingga Erupsi Gunung Api

Banjir yang merendam Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sumber foto BPBD Kabupaten Kolaka Timur
Banjir yang merendam Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara. Sumber foto BPBD Kabupaten Kolaka Timur

Baca Juga: Karhutla Dominasi Bencana 11 Juli, BNPB Imbau Pencegahan Dini

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam keterangannya, menyatakan bahwa pihaknya terus memberikan pendampingan ke wilayah terdampak.

Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan.

“Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan apabila menemukan titik api segera padamkan,” ujar BNPB.

BNPB juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan deteksi dini dengan patroli rutin, pengawasan menara, serta pemantauan cuaca secara berkala.

Anomali Cuaca Picu Bencana Beragam

BNPB menjelaskan bahwa berbagai kejadian bencana saat ini disebabkan oleh anomali cuaca, yaitu kondisi cuaca yang tidak sesuai dengan pola biasanya.

Baca Juga: BNPB: Longsor, Banjir, dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Daerah

Anomali ini dapat berupa suhu ekstrem, curah hujan tak terduga, hingga kekeringan atau hujan berkepanjangan.

“Bencana adalah urusan bersama, maka konsolidasi dan koordinasi seluruh pihak sangat penting, mulai dari pencegahan, tanggap darurat, hingga pemulihan,” tegas BNPB.

(*Red)