Microsoft Klaim AI Lebih Akurat dari Dokter dalam Diagnosis Kasus Medis Kompleks

Ilustrasi - AI Microsoft diklaim mampu mendiagnosis kasus medis kompleks lebih akurat daripada dokter manusia. Sumber Foto. Artificial Intelligence Center Indonesia
Ilustrasi - AI Microsoft diklaim mampu mendiagnosis kasus medis kompleks lebih akurat daripada dokter manusia. Sumber Foto: Artificial Intelligence Center Indonesia

Baca Juga: Unpad Terbitkan Aturan Baru soal Penggunaan AI Generatif dalam Pembelajaran

Orkestrator ini dirancang untuk bekerja sama dengan berbagai model AI, seperti OpenAI (pengembang ChatGPT), Google Gemini, Grok milik Elon Musk, Meta, dan Anthropic.

Dalam studi ini, tim Suleyman mengubah lebih dari 300 studi NEJM menjadi tantangan diagnostik interaktif.

Hasilnya menunjukkan AI dapat menampilkan “keahlian yang lebih luas dan mendalam” dibandingkan dokter individu karena AI mampu mengakses dan mengolah informasi dari berbagai disiplin ilmu secara bersamaan.

Microsoft juga mengomentari keterbatasan sistem pengujian medis saat ini, seperti Ujian Perizinan Medis AS, yang menurut mereka lebih menekankan hafalan dibandingkan pemahaman mendalam.

Ini menjadi indikator bahwa AI yang dikembangkan justru lebih unggul dalam proses berpikir analitis.

Meski menunjukkan hasil menjanjikan, Microsoft mengakui bahwa sistem ini belum siap untuk digunakan dalam praktik klinis secara luas.

Baca Juga: WWDC 2024 Apple Hadirkan Inovasi AI Terbaru untuk Perangkat Apple

Diperlukan pengujian tambahan terhadap gejala yang lebih umum agar sistem benar-benar matang.

Suleyman optimistis sistem AI ini akan berfungsi optimal dalam satu dekade ke depan.

Microsoft pun terus mengusung visi mereka menuju “kecerdasan super medis” yang dapat membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan global.

(*Red)