Prabowo & Anwar Ibrahim Sepakati Percepatan Kerja Sama Hingga Solusi Damai Palestina

Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim bertemu di Jakarta, sepakati percepatan kerja sama bilateral, penyelesaian perbatasan, dan dukungan kemerdekaan Palestina.
Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim bertemu di Jakarta, sepakati percepatan kerja sama bilateral, penyelesaian perbatasan, dan dukungan kemerdekaan Palestina. (Dok. Sekretariat Kabinet)

Isu krusial yang turut dibahas adalah penyelesaian masalah perbatasan, di mana kedua negara menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat persahabatan dan kerja sama.

Baca Juga: Prabowo Ambil Alih Polemik 4 Pulau Aceh yang Dialihkan ke Sumut

Dukungan Penuh untuk Kemerdekaan Palestina

Mengenai isu Palestina, Prabowo menegaskan kesamaan pandangan antara Indonesia dan Malaysia terhadap pentingnya penyelesaian damai di kawasan konflik. Kedua negara secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.

“Mengenai Palestina, kita tetap mendukung kemerdekaan Palestina. Hanya *two-state solution* yang bisa mengakhiri pertikaian tersebut. Indonesia dan Malaysia memandang perlu, upaya kolektif global untuk mendorong penyelesaian konflik-konflik secara damai,” ujar Prabowo.

PM Malaysia Anwar Ibrahim juga menggarisbawahi pentingnya peran ASEAN dan kerja sama bilateral dalam menghadapi tantangan global.

Ia mengapresiasi kepemimpinan Indonesia di kawasan, termasuk dalam menyikapi konflik di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

“Dalam menghadapi umpamanya isu-isu tarif dan isu-isu kekangan hubungan antarabangsa, kekuatan kita adalah kekuatan domestik, kekuatan bilateral, dan kekuatan ASEAN. Dan ini kita harus bina dengan semangat yang ada di kalangan pimpinan,” ungkap PM Anwar.

Baca Juga: Prabowo Targetkan 2026 Indonesia Stop Impor Jagung, Apresiasi untuk Polri dan Kementan

Tuntaskan Isu Perbatasan dan Kolaborasi Kawasan

Isu perbatasan menjadi salah satu fokus utama pertemuan. Indonesia dan Malaysia berkomitmen menyelesaikan persoalan perbatasan secara damai dan cepat.

“Masalah perbatasan harus diselesaikan secepatnya untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu persahabatan dan kerja sama erat,” tegas Prabowo.

Anwar menambahkan bahwa penyelesaian isu maritim dan perbatasan akan membuka peluang kolaborasi kawasan yang lebih luas, terutama dalam kerangka ASEAN.

Solusi Jangka Pendek untuk Ambalat: Joint Development

Khusus untuk kawasan Ambalat, kedua negara sepakat menerapkan pendekatan joint development sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu penyelesaian hukum.

“Contoh masalah Ambalat, kita sepakat bahwa sambil kita saling menyelesaikan masalah-masalah hukum, kita sudah ingin mulai dengan kerja sama ekonomi yang kita sebut joint development. Apapun yang kita ketemu di laut itu, kita akan bersama-sama mengeksploitasinya,” jelas Prabowo.

Anwar mendukung pendekatan ini, menekankan bahwa kerja sama ekonomi tidak perlu tertunda oleh proses hukum yang panjang.

“Jika menunggu penyelesaian hukum memakan waktu hingga dua dekade, lebih baik kita segera wujudkan kerja sama ekonomi untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Maksimalkan Potensi Perdagangan dan Investasi

Terakhir, Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa potensi perdagangan dan investasi antara kedua negara masih belum tergarap secara optimal.

“Potensi investasi dan dagang kita sangat besar, tetapi belum dimaksimalkan. Ini merugikan mengingat eratnya hubungan kita,” ujar Anwar.

Oleh karena itu, kedua pemimpin berkomitmen untuk mengambil langkah konkret guna meningkatkan kerja sama ekonomi, termasuk di sektor perdagangan, investasi, pendidikan, dan kebudayaan.

“Kita harus tingkatkan investasi masing-masing negara dengan langkah-langkah yang masuk akal,” tutup Anwar.

(*Red)