BNPB: Lima Bencana Terjadi dalam 24 Jam, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Petugas BPBD Kabupaten Bima menyalurkan air bersih kepada warga Desa Kalampa yang terdampak kekeringan, Rabu (25/6/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Petugas BPBD Kabupaten Bima menyalurkan air bersih kepada warga Desa Kalampa yang terdampak kekeringan, Rabu (25/6/2025). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak lima kejadian bencana terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), Rabu (26/06/2025).

Peristiwa pertama terjadi di Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Banjir akibat hujan intensitas tinggi pada Senin (23/6) pukul 18.30 WIB menyebabkan 360 kepala keluarga (KK) atau 1.230 jiwa terdampak.

Baca Juga: Banjir Terjang Lima Kecamatan di Halmahera Selatan, Ribuan Warga Mengungsi

Sebanyak 360 unit rumah dan satu fasilitas ibadah terendam banjir. BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Karawang langsung melakukan koordinasi untuk penanganan darurat dan asesmen di lapangan.

Banjir rob juga terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (21/6) pukul 01.00 WIB. Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang pasang air laut yang mengakibatkan genangan air setinggi 10–50 cm di sejumlah wilayah.

Sebanyak 2.686 KK atau 3.820 jiwa terdampak, serta sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, akses jalan, dan lapangan olahraga.

Banjir telah surut per Rabu (25/6), dan bantuan logistik telah didistribusikan oleh Dinas Sosial setempat.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, hujan deras sejak Minggu (22/6) mengakibatkan meluapnya air sungai di Kecamatan Amalatu, khususnya di Desa Latu, Tomalehu, dan Hualoy.

Sebanyak 70 KK atau 325 jiwa serta 70 rumah terdampak.

BPBD setempat telah melakukan penanganan darurat, meski hujan ringan hingga sedang masih mengguyur wilayah tersebut.

Sementara itu, di Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, warga mengalami kekeringan akibat kerusakan pompa air milik PDAM.

Baca Juga: Longsor di Telaga Ngebel Tutup Akses Jalan, Dua Pengendara Motor Luka

Kejadian ini terjadi Rabu (25/6) pukul 16.30 WITA dan berdampak pada 163 KK atau 489 jiwa di Dusun Rangga dan Ndora.

BPBD Kabupaten Bima telah mendistribusikan 20.000 liter air bersih sebagai respons cepat atas kejadian ini.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Desa Ujong Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, pada Senin (23/6).

Lahan seluas tujuh hektar terbakar dan hingga kini proses pemadaman oleh satgas gabungan masih berlangsung menggunakan armada Damkar PB 05 Bakongan.

BNPB mengingatkan bahwa pada Jumat dan Sabtu (27–28/6), sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Wilayah yang perlu mewaspadai potensi ini antara lain Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Masyarakat diimbau melakukan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran drainase, menyiapkan penampungan air, memangkas dahan pohon, dan menyusun rencana kedaruratan.

Potensi banjir, tanah longsor, dan banjir rob juga perlu diantisipasi, terutama di wilayah rawan atau pasca pembukaan lahan. (fd)