Faktakalbar.id, PONTIANAK – Penerbangan langsung antara Kota Pontianak (Indonesia) dan Kuching (Sarawak, Malaysia) berpotensi segera dibuka kembali setelah adanya perubahan kebijakan penerbangan dari pihak Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah.
Dalam konferensi pers di ajang Rainforest World Music Festival (RWMF) 2025 yang digelar di Sarawak Cultural Village, Abdul Karim menyatakan bahwa Indonesia telah mengambil langkah besar dengan membuka kembali jalur udara dari Pontianak.
Baca Juga: Bandara Supadio Resmi Dapatkan Kembali Status Internasionalnya
Langkah ini membuka peluang bagi maskapai untuk mengoperasikan kembali rute Pontianak-Kuching yang telah lama dinanti-nantikan.
“Saya sangat senang. Pihak Indonesia sudah mengumumkan bahwa mereka membuka langit udara dari Pontianak,” ujar Abdul Karim, dikutip dari dayakdaily.com Senin (23/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa di Indonesia, keputusan terkait pembukaan jalur udara harus berasal langsung dari Presiden, dan sebelumnya permintaan untuk membuka kembali rute ini belum mendapat izin.
“Kami sudah berkali-kali meminta agar penerbangan Pontianak-Kuching dibuka kembali, tapi sebelumnya belum diizinkan. Dengan perkembangan ini, sekarang tinggal menunggu maskapai yang bersedia kembali beroperasi,” lanjutnya.
Abdul Karim optimistis bahwa maskapai-maskapai di kedua negara akan merespons positif.
Ia juga menegaskan bahwa rute ini akan memberi dampak ekonomi dan pariwisata yang signifikan, baik bagi Sarawak maupun Kalimantan Barat.
“Banyak warga Sarawak yang saat ini memilih berkendara 4-5 jam ke Pontianak. Jika rute penerbangan ini kembali tersedia, mereka cukup terbang selama setengah jam. Ini jelas akan menguntungkan industri pariwisata di Pontianak juga,” ujarnya.
Baca Juga: Bandara Supadio Resmi Internasional, Sukiryanto: Pemkab Kubu Raya Harus Siap
Abdul Karim dan jajaran kementrian akan aktif berkomunikasi dengan berbagai maskapai, termasuk maskapai bertarif rendah dari Malaysia dan Indonesia, untuk mengkaji kelayakan rute tersebut.
“Bukan hanya AirAsia, maskapai dari Indonesia juga banyak yang bertarif rendah. Kalau mereka mau ikut berpartisipasi, tentu kami sangat senang,” katanya.
Sebagai contoh, ia menyebutkan penerbangan Kuching-Jakarta yang kini meningkat dari satu kali menjadi dua kali sehari karena tingginya permintaan.
Rute penerbangan Pontianak-Kuching sebelumnya pernah dioperasikan oleh beberapa maskapai, namun dihentikan selama beberapa tahun karena kendala operasional dan regulasi.
Kini, dengan kebijakan langit terbuka dari Pontianak, rute ini diprediksi akan segera aktif kembali.
Baca Juga: Bandara Supadio Kembali Menyandang Status Internasional, Wali Kota Pontianak Sambut Positif
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















