Kalimantan Barat dan Masa Depan Energi Nuklir Indonesia

Wamen ESDM Yuliot Tanjung. (Dok. Ist)
Wamen ESDM Yuliot Tanjung. (Dok. Ist)

Sejarah dan Fakta Menarik tentang Uranium

Uranium pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Jerman, Martin Klaproth, pada tahun 1789.

Penemuan ini bermula dari analisis bijih uranium yang berasal dari sebuah tambang perak di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Republik Ceko.

Baca Juga: Kalbar Miliki Cadangan Nuklir Cukup Besar, AS Kucurkan Riset US$9 Juta

Nama “uranium” diambil dari nama Planet Uranus, yang ditemukan delapan tahun sebelumnya.

Menurut buku Bahan Bakar Kapal karya Hadi Prasutiyon, Prof. Semin, dan Francisco Pinto, uranium telah ada sejak terbentuknya Planet Bumi.

Karena itu, unsur ini bisa ditemukan dalam batuan dan bahkan di air laut.

Uranium terbentuk melalui proses geologi yang panjang dan kompleks, dan karena sifat radioaktifnya, uranium juga dikenal sebagai bahan galian nuklir.

Di alam, terdapat lebih dari 100 jenis mineral uranium.

Beberapa di antaranya yang terkenal adalah uraninite, pitchblende, coffinite, brannerite, carnatite, dan tyuyamunite.

Dengan potensi uranium Kalimantan Barat yang besar, pengembangan dan pemanfaatannya secara bijak menjadi langkah penting untuk masa depan energi nasional.

Baca Juga: Wamen ESDM Yuliot Pastikan Ketersediaan Energi di Kalimantan Barat Siap Sokong Idulfitri 2025