Simulasi Bencana Gempa di Sulbar, Uji Sistem Komando dan Evakuasi Massal

Simulasi penanggulangan bencana berupa TTX dan CPX di wilayah Provinsi Sulawesi Barat dengan topik penanganan gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin (16/6). Foto: HO/Faktakalbar.id
Simulasi penanggulangan bencana berupa TTX dan CPX di wilayah Provinsi Sulawesi Barat dengan topik penanganan gempa bumi, di Mamuju, Sulawesi Barat, pada Senin (16/6). Foto: HO/Faktakalbar.id
  1. Meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemerintah daerah dalam penanganan darurat bencana
  2. Menguji efektivitas rencana kontinjensi dan prosedur standar operasional terkait gempa
  3. Memperkuat koordinasi antarinstansi dalam sistem komando tanggap darurat
  4. Menghasilkan rekomendasi perbaikan kebijakan serta rencana kedaruratan

Simulasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga kemanusiaan, hingga masyarakat lokal.

Skenario yang diadopsi dalam latihan menggambarkan gempa berkekuatan M7,5 yang mengguncang wilayah pesisir Majene dan Mamuju pada pagi hari.

Dalam simulasi tersebut, diperkirakan lebih dari 1.000 korban jiwa dan sekitar 200.000 pengungsi terjadi akibat dampak bencana.

Baca Juga: BNPB Catat Banjir dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juni 2025

Pemilihan skenario ini tidak lepas dari pengalaman empiris gempa besar yang mengguncang Sulbar pada 15 Januari 2021, dengan kekuatan M6,2.

Peristiwa tersebut menelan korban sebanyak 105 jiwa dan menyebabkan kerugian lebih dari Rp200 miliar.

Sulbar sendiri terletak di jalur sesar naik Mamuju yang aktif secara tektonik dan berpotensi memicu bencana lanjutan seperti tsunami, tanah longsor, hingga likuifaksi.

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Herdin Ismail, menyatakan bahwa simulasi ini mencerminkan komitmen kuat antara BNPB dan Pemerintah Provinsi Sulbar dalam membangun budaya sadar bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan lokal.

“Melalui simulasi ini, kami berharap semua pihak memahami peran dan tanggung jawabnya. Saat bencana nyata terjadi, kita harus mampu bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegas Herdin Ismail.

Pemerintah Provinsi Sulbar berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas tanggap darurat di tingkat daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapan menghadapi gempa bumi dan risiko bencana lainnya.

Baca Juga: BNPB Serahkan 5.880 Bibit Pohon untuk Pemulihan Pascabencana di Kabupaten Purworejo