Sambas  

TRC 2025 Super Grasstrack Championship: Dari Balapan ke Peluang Ekonomi Warga Sambas

Aksi para rider di lintasan TRC 2025 Seri 2 yang digelar di Sirkuit Dataran Merdeka, Sambas. (Dok. Ist)
Aksi para rider di lintasan TRC 2025 Seri 2 yang digelar di Sirkuit Dataran Merdeka, Sambas. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SAMBAS – Gelaran Tangaran Racing Club 2025 Super Grasstrack Championship Seri 2 R-One Enterprise resmi ditutup di Sirkuit Dataran Merdeka, Kecamatan Tangaran, Sambas, pada Minggu (8/6/2025).

Penutupan acara ini turut dihadiri Anggota DPRD Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Sambas, Subhan Nur.

Ia datang bersama Kapolsek Teluk Keramat, Sekcam Tangaran, serta sejumlah kepala desa dari wilayah sekitar.

Subhan Nur, yang juga merupakan politisi dari Partai NasDem, menyampaikan bahwa NasDem Kabupaten Sambas memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Baca Juga: Janji Politik Terancam Gagal, Pokir DPRD Kalbar Dipangkas Miliaran Rupiah

Menurutnya, ajang grasstrack ini adalah bentuk nyata pembinaan untuk generasi muda Sambas.

“Aksi nyata NasDem memberikan perhatian kepada generasi muda. Di mana dukungan ke TRC yang sudah rutin menggelar grasstrack,” ujar Subhan Nur.

Selain ajang balap grasstrack, Subhan Nur juga menyebut bahwa pihaknya konsisten mendukung kegiatan olahraga lainnya seperti turnamen sepak bola.

Kegiatan tersebut menurutnya telah menghasilkan prestasi di tingkat lokal maupun nasional.

“Kemudian sepak bola yang saat ini sudah membuahkan hasil di kancah nasional dan Kalbar, dan ini bagian untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, miras, judol dan hal negatif lainnya,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada TRC sebagai penyelenggara yang dinilai sudah berpengalaman dan sering mendapatkan penghargaan atas kinerjanya.

Baca Juga: Balap Liar di Sanggau Permai Sebabkan Kecelakaan, Pengguna Jalan Jadi Korban

Subhan menilai ajang ini memberi dampak positif, tidak hanya bagi pecinta balap motor, tetapi juga untuk masyarakat luas.

“Banyak dampak positif dirasakan masyarakat. Tak hanya pembalap, tapi mereka yang mendapatkan peluang ekonomi atas terselenggaranya kegiatan ini, karena banyak warga berdatangan sehingga membuka peluang ekonomi,” jelasnya.

Dengan berakhirnya seri kedua kejuaraan ini, masyarakat Sambas diharapkan terus mendukung kegiatan positif seperti grasstrack sebagai upaya menyalurkan bakat generasi muda serta menghindarkan mereka dari pengaruh negatif.