Faktakalbar.id, NASIONAL – Bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (20/5/2025) pukul 07.00 WIB, sejumlah wilayah terdampak akibat curah hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama.
Tanah Longsor di Bandung Barat
Peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (18/5). Longsor dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dan berkepanjangan.
Akibat kejadian ini, tiga warga mengalami luka-luka, yaitu Melati (14), Iman (50), dan Ela (42). Sebanyak 63 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke Madrasah Nurul Hidayah. Dari sisi kerugian material, 80 unit rumah terancam, empat rumah rusak ringan, satu kantor desa rusak berat, satu kendaraan operasional rusak, satu musala terdampak, dan satu tiang listrik roboh.
BPBD Kabupaten Bandung Barat telah mendirikan dapur umum lapangan dan terus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Koordinasi dengan instansi terkait juga masih berlangsung untuk upaya tanggap darurat.
Banjir Melanda Karawang dan Bekasi
Banjir juga terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Karawang, yaitu Telukjambe Barat, Karawang Barat, dan Telukjambe Timur. Hujan deras menyebabkan meluapnya Sungai Citarum, Cibeet, dan Cidawolong pada Minggu (18/5), merendam rumah-rumah warga.
Sebanyak 1.216 jiwa terdampak dan 80 jiwa mengungsi ke Masjid Jami Al Ikhlas. Tercatat 292 rumah dan lima fasilitas umum terendam dengan ketinggian air antara 10 hingga 150 sentimeter.
Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, banjir terjadi di Desa Bojongsari (Kecamatan Kedungwaringin) dan Desa Wanasari (Kecamatan Cibitung) pada waktu yang sama. Sebanyak 4.262 jiwa terdampak, dengan kerusakan mencapai 1.533 rumah.
BPBD setempat telah melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan instansi lain. Kondisi terkini, banjir di Bekasi telah surut dan warga masih membersihkan rumah dari sisa material banjir.
Tanah Longsor di Trenggalek, Enam Orang Hilang
Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, hujan lebat pada Senin (19/5) memicu tanah longsor yang menimbun tiga rumah di lima kecamatan. Enam warga dilaporkan hilang, yakni Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi, dan Torik.
Sebanyak 30 jiwa terdampak, dan 26 di antaranya mengungsi ke rumah kerabat. Kerugian material mencakup 11 rumah terdampak, lima rumah rusak berat, empat akses jalan tertutup longsor, dan satu tanggul sungai jebol.
BPBD Kabupaten Trenggalek telah bergerak cepat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk evakuasi, pencarian korban, dan pendataan kerugian.
Baca Juga: Update BNPB 16 Mei 2025: Catat Banjir Melanda Bandung, Purbalingga, Jombang, dan Sumenep
BNPB Ingatkan Warga untuk Siaga Bencana
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. “Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat aman jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter,” imbau BNPB dalam pernyataan resminya.
Pemerintah daerah juga diminta untuk memeriksa kesiapan personel, sarana, dan sumber daya. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya.
















