Selain itu, ES disebut menyatakan bahwa siapa pun yang ragu terhadap klaimnya adalah kufur, bahkan tidak mendapat syafaat Nabi Muhammad di akhirat.
Ia juga mengklaim bahwa zat Allah berada di menara Masjid Al-Mu’min.
Sumin menambahkan, ES menyamakan kemuliaan dirinya dengan Nabi Muhammad dengan alasan bahwa nur Al-Mahdi dan nur Muhammad berasal dari nur Allah sebelum penciptaan makhluk.
ES juga dikatakan membuat salawat baru, menyebut menyentuh dirinya sama dengan menyentuh Allah, serta mengaku kerap berkomunikasi dengan malaikat Jibril dan berperang melawan Dajjal.
“Ada 18 poin dugaan penyimpangan dan penodaan agama yang telah saya laporkan kepada MUI Kalbar,” ungkap Sumin.
Ia meminta MUI Kalbar segera melakukan pengkajian mendalam, memberikan klarifikasi resmi, dan mengambil langkah tegas untuk menjaga kemurnian akidah serta mencegah penyebaran ajaran yang dinilai menyimpang.
Diketahui, ES memiliki jamaah yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Barat seperti Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Sambas, Kayong Utara, dan Ketapang, serta sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. (*/red)
















