“Bayangkan di Kabupaten Kubu Raya sendiri ada 200.000 target siswa sebenarnya. Kalau dialokasikan masing-masing Rp10.000 – Rp15.000, berarti seharinya lebih kurang 2 – 3 M, sebulannya bisa 90 M, dan setahun lebih kurang 1 T omset yang bisa ditangkap oleh UMKM kita, baik itu petani dan peternak,” ucapnya.
Melalui uji coba ini, dirinya berharap agar semua permasalahan, kekurangan dan usulan bagi program makan siang bergizi dapat dipetakan dan dievaluasi sehingga pada tahun 2025 bisa diselenggarakan.
“Untuk sekarang masih uji coba untuk makanan bergizi gratis ini. Harapan kita tentunya untuk tahun 2025, semuanya bisa terlayani,” tuturnya. (mro)










