Kalbar  

Harisson : Seluruh Desa di Kalbar Diharapkan Jadi Desa Antikorupsi

PONTIANAK – Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Provinsi Kalbar yang mengusung tema “Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi Untuk Indonesia Maju” dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (5/12).

 

Tujuan agenda tersebut guna meneguhkan komitmen anti korupsi dimulai dari upaya preventif dan kemudian dilakukan upaya represif melalui pendekatan pendidikan, pencegahan dan penindakan.

 

“Jadi kita sebenarnya sudah melakukan budaya antikorupsi itu dari sekolah, lingkungan sosial terkecil dan yang efektif dari keluarga, hal itu juga sudah kita sosialisasikan di sekolah,” kata Harisson.

 

Harisson menjelaskan bahwa Peringatan Hakordia di Provinsi Kalbar selalu ada peluncuran replika Desa Antikorupsi, yang mana pada tahun sebelumnya sudah terbentuk dua desa replika antikorupsi yakni Desa Sungai Awan Kiri dan Desa Pedalaman Kecamatan Tayan Hilir.

 

“Kita terus mereplikasi desa-desa antikorupsi supaya semua desa di Kalbar menjadi desa antikorupsi. Tahun ini desa yang menjadi percontohan replika desa antikorupsi yakni Desa Wonorejo Kayong Utara, Desa Titian Kuala Kapuas Hulu, Desa Sungai Ayak I Sekadau, Desa Jeruju Besar Kubu Raya, Desa Tunggal Bhakti di Kembayan Sanggau, Desa Dak Jaya Sintang dan Desa Sempadian Sambas,” jelasnya.

 

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten harus aktif mereplikasi kembali desa-desa antikorupsi di wilayahnya dan diusulkan kembali pada Program Desa Anti Korupsi Tahun 2025.

 

“Saya harapkan masyarakat, beserta seluruh perangkat desa harus memahami tentang permasalahan tindak pidana korupsi dan dampaknya serta berperan aktif dalam memberantas tindak pidana korupsi,” harapnya.