PONTIANAK – Tokoh nasional asal Kalimantan Barat, Oesman Sapta Odang (OSO) menanggapi kampanye hitam yang menyerang Calon Gubernur Kalbar nomor urut 2, Ria Norsan menjelang masa tenang Pilkada.
Kampanye hitam itu menyudutkan Norsan dengan menggiring opini bahwa dia bersalah dalam kasus BP2TD. Padahal, kasus itu telah inkrah dan Norsan bukan tersangka.
“Ya, isu dalam Pilkada itu selalu ada. Tapi rakyat kan sudah nggak bodoh lagi,” kata OSO, di sela Silaturahmi Kebangsaan di Pontianak, Kamis (21/11) malam.
Disinyalir, permainan kotor ini sengaja digulirkan oleh kelompok lawan politik, yang sudah kebingungan menghadapi kekuatan Norsan dan Krisantus di Pilkada ini.
“Nggak benar itu. Kalau mereka (Norsan) itu punya kelemahan-kelemahan, itu sebelumnya (Pilkada) dong,” jelas OSO.
Menurutnya, jika Norsan tersandung kasus itu, tentu langkahnya terhambat sejak awal masa pencalonan. Namun, pada kenyataannya Norsan bisa melangkah sejauh ini.










