Dikatakannya, terkait pencegahan stunting, sebenarnya yang dibutuhkan itu karbohidrat, protein hewani dan lemak. Biskuit ini juga mengandung karbohidrat, protein hewani (Omega 3,6,9) dan lemak.
“Ini sangat membantu masyarakat terutama anak-anak yang berisiko stunting. Pemerintah Provinsi akan mendorong ini agar nanti dapat diproduksi lebih banyak namun nanti harus diikuti prosedur – prosedur dari BPOM dan lain-lain agar kita nantinya bisa pasarkan ke seluruh Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat bahkan di luar Kalbar”, harapnya.
Dalam Strategi Percepatan Pencegahan Stunting, Ketahanan Pangan dan Gizi termasuk di dalamnya. Oleh sebab itu diperlukan berbagai inovasi agar upaya penekanan angka Stunting dapat terwujud demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.(rfk/*adpim)










