PONTIANAK – Dalam menghadiri Rapat Koordinasi Mingguan perihal Pengendalian Inflasi serta Penanganan TBC dan Polio secara virtua, Sekda Kalbar Mohammad Bari, S.Sos., M.Si. menyatakan siap mengikuti arahan Kemendagri terkait penanganan inflasi,TBC dan Polio, Senin (8/7).
Bari didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Asisten II Sekda Kalbar), Drs. Ignasius IK, S.H., M.Si., beserta Kepala Perangkat Daerah Kalbar terkait.
Rakor tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Drs. Tomsi Tohir, M.Si., beserta para pemangku kepentingan terkait inflasi.
Usai menghadiri Rakor tersebut, Bari mengungkapkan bahwa Kalbar saat ini berada di posisi dua belas terendah se-Indonesia. “Rata-rata nasional 2,51 persen sedangkan kita sudah di 2,2 persen, Insyaallah akan kita tingkatkan lagi dalam waktu dekat ini dan berkoordinasi dengan Kabupaten yang angka inflasinya masih tinggi,” ungkap Bari.
Pemerintah Provinsi Kalbar terus berupaya menekan angka inflasi melalui program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) sampai operasi pasar. “Seperti biasa kita terus melaksanakan operasi pasar, kemudian gerakan pangan murah. Pemerintah Provinsi Kalbar dalam hal ini akan terus memantau situasi perkembangan harga-harga pangan,” jelasnya.
GPM diharapkan dapat menjaga keseimbangan harga serta memastikan ketersediaan pasokan guna menekan angka inflasi.”Saya harapkan ini dapat mengurangi beban masyarakat dan merupakan akses untuk mempermudah masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” kata Bari.










