Dirinya menyebutkan, perubahan iklim yang tak menentu saat ini salah satunya memang disebabkan oleh pemanasan global. Ia juga mengambil contoh dari beberapa daerah di dunia yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu.
“Seperti yang kita lihat juga pemanasan global itu salah satu yang mengakibatkan perubahan iklim yang sulit diprediksi yang mana terjadi hujan dimana – mana, malah banyak negara – negara lain juga terkena banjir besar, UEA, Pakistan, China bahkan Inggris juga terdampak. Jadi memang kita saat ini sedang menghadapi akibat dari gangguan lingkungan hidup di dunia ini”, timpalnya.
Harisson menyebutkan bahwa Pemprov Kalbar akan terus berkomitmen dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Kalimantan Barat.
“Untuk mengantisipasi deforestasi banyak langkah yang sudah kita ambil. Ini salah satunya dengan penanaman pohon. Kemudian terkait dampak dari adanya industri, kita juga sudah punya mekanisme harus dilakukan reboisasi dan penanaman kembali. Kita juga telah melakukan kajian lingkungan hidupnya, sehingga kita mengetahui langkah – langkah yang harus kita ambil kedepannya apabila industri tersebut beroperasi”, timpal Harisson. (rfk/*adpim)










