faktakalbar

Yarsi Pontianak dan Busan Indonesia Center Korea Selatan Bangun Kerja Sama Peningkatan Sumber Daya Manusia

Faktakalbar.id - Yayasan Rumah Sakit Islam ( YARSI ) Pontianak dan Busan Indonesia Center Korea Selatan, bersepakat menanda tangani Memorandum Of Understanding ( MoU) sebagai payung hukum untuk bekerja sama meningkatkan Sumber Daya Manusia para Dosen dan Mahasiswa STIKes dan AKFAR Yarsi Pontianak, serta memberikan peluang para Alumninya bekerja di Korea Selatan

Penulis: Natash Tuesday, 13 October 2026 📖 3 menit
Yarsi Pontianak dan Busan Indonesia Center Korea Selatan Bangun Kerja Sama Peningkatan Sumber Daya Manusia
YARSI Pontianak dan Busan Indonesia Center menandatangani nota kesepahaman untuk membuka peluang pendidikan lanjutan dan kerja bagi mahasiswa serta alumni di Korea Selatan. (Dok. HO/Faktakalbar)

Faktakalbar.id - Yayasan Rumah Sakit Islam ( YARSI ) Pontianak dan Busan Indonesia Center Korea Selatan, bersepakat menanda tangani Memorandum Of Understanding ( MoU) sebagai payung hukum untuk bekerja sama meningkatkan Sumber Daya Manusia para Dosen dan Mahasiswa STIKes dan AKFAR Yarsi Pontianak, serta memberikan peluang para Alumninya bekerja di Korea Selatan

Penanda tanganan MoU yang dilaksanakan di STIKes Yarsi Pontianak ini, dilakukan oleh Drs. Suhadi, Sw M.Si selaku Ketua Pengurus Yarsi Pontianak dan Prof Dr.Kim Soo Il selaku Direktur Busan Indonesia Center.

Penanda tanganan MoU ini sebagai bentuk Kolaborasi antara Yarsi Pontianak dengan Busan Indonesia Center dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta peluang yang sangat baik bagi para Dosen dan Mahasiswa yang akan melkanjutkan Study di Korea Selatan.

Busan Indonesia Center akan memfasilitasi dan mencarikan kampus di Korea Selatan sesuai dengan Program Study yang dimiliki oleh STIKes maupun AKFAR Yarsi Pontianak, serta siap untuk menyalurkan para Alumni STIKes dan AKFAR Yarsi Pontianak bekerja di Korea Selatan.

Menurut Prof Dr.Kim Soo Il bahwa bagi para Mahasisa Diploima 3 Keperawatan maupun Diploma 3 Farmasi bisa melanjutkan Strata 1 di Korea Selatan, dengan catatan hanya empat semester yang diakui, sementara yang dua semester harus mengulang di Korea Selatan, dengan demikian untuk menyelesaikan Pendidikan Strata satu  bagi lulusan Diploma tiga di Korea Selatan harus ditempuh selama empat Semester atau dua tahun,

Bagi para Mahasiswa yang telah menyelesaikan Study Strata satu di Korea Selatan langsung bisa bekerja sebagai Tenaga Kesehatan maupun tenaga kefarmasian sesuai dengan disiplin Ilmu yang dimilikinya.

PROF DR KIM SOO IL  INDONESIA BUKAN ASING BAGINYA

Ternyta Prof Dr.Kim Soo Il mengenal Indonesia sejak tahun 1983 ketika yang bersangkutan mengikuti program Pertukaran Mahasisa Indonesia Korea Selatan, Dimana waktu itu Mahasiswa Kim Soo Il mendapatkan tugas di Tarakan Kalimantan Timur dan pernah juga ke Pontianak Kalimantan nBarat, makanya tidak heran jika yang bersangkutan faseh berbahasa Indonesia, karena disamping Ilmu yang didalami jurusan Bahasa Indonesia juga yang bersangkutan Praktek langsung di Tarakan dan yang bersangkutan membuka kantor Busan Indonesia Center di Jakarta sejak tahun 2022. Beberapa penghargaan yang ia peroleh di Indonesia mulai dari Presiden kedua Indonesia Soeharto,  Presiden BJ Habibi dan Presdien Megawati berupa satya lencana kesetiaan.kesemuanya ia peroleh Ketika menjadi Atase Kebudayaan Korea Selatan di Indonesia.

KEHADIRAN PROF DR KIM SOO IL DAN PROF DR. DIDIN MUHAFIDIN BERDAYA UNGKIT TINGGI UNTUK YARSI

Drs. Suhadi Sw.M.Si selaku Ketua Pengurus Yarsi Pontianak menyampaikan bahwa kehadiran kedua tokoh Pendidikan Nasional kedua Negara dalam penanda tanganan MoU antara Yarsi Pontianak dan Busan Indoensia Center memiliki daya ungkit tinggi bagi Yarsi Pontianak dalam rangka membangun Trustatau kepercayaan masyarakatb terhadap STIKes dan AKFAR Yarsi Pontianak, karena kedua Guru Besar tersebut merupakan Wakil Forum Rektor Indonesia dan Wakil Forum Rektor Korea Selatan.

KULIAH PAKAR

Sebelum penanda tanganan MoU antara Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI ) Pontaianak dengan Busan Indonesia Center dilaksanakan Kulaih Pakar yang diikuti oleh Para Dosen dan Mahasiswa Semester Akhir serta para Calonn Wisudawan yang jumlahnya kurang lebih 500 orang peserta baik secara Zoom maupun tatap muka.

Antusias peserta dalam mengikuti kuliah pakar sangat luar biasa , hal ini ditandai dengan banyaknya peserta yang merespon paparan yang disampaikan oleh Prof Dr.Kim Soo Il maupun Prof Dr.Didin Muhafidin kedua pakar ini menyampaikan materi tentang Kepemimpinan Adaptip dan Prof Dr.Kim Soo Il menyampaikan  materi tentang Peluang Kerjasama Indonesaia Korea Selatan. (SW).

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK