WhatsApp Rilis Fitur 'Strict Account Settings': Mode Perlindungan Ketat untuk Tangkal Serangan Siber dan Spyware
Faktakalbar.id, TEKNO –
WhatsApp
secara resmi merilis fitur keamanan terbaru bernama Strict Account Settings (Pengaturan Akun Ketat) untuk melindungi pengguna dari ancaman serangan siber yang kian canggih. Fitur ini dirancang khusus bagi mereka yang membutuhkan perlindungan ekstra, seperti jurnalis, tokoh publik, hingga aktivis.
WhatsApp
menjelaskan bahwa fitur ini merupakan opsi bergaya
lockdown
yang secara signifikan akan mengurangi risiko serangan dengan membatasi beberapa fungsionalitas aplikasi.
"Akun Anda dikunci ke pengaturan yang lebih privat, dan obrolan Anda dengan orang lain di luar akan memiliki batasan," tulis WhatsApp dalam deskripsinya, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Cara Kerja Mode Perlindungan Ketat
Setelah fitur Strict Account Settings diaktifkan, aplikasi akan melakukan serangkaian pembatasan otomatis untuk menjaga keamanan data pengguna, antara lain:
Blokir Media Tak Dikenal: Memblokir kiriman media dan lampiran dari nomor yang tidak tersimpan di kontak.
Bisukan Panggilan: Otomatis membisukan panggilan dari nomor tidak dikenal.
Privasi Maksimal: Membatasi informasi seperti
last seen
, status
online
, foto profil, dan status agar hanya bisa dilihat oleh kontak saja.
Keamanan Tautan: Menonaktifkan pratinjau (
preview
) tautan di kolom
chat
untuk mencegah klik pada situs berbahaya.
Samarkan IP Address: Alamat IP pengguna akan disamarkan dengan meneruskan panggilan melalui server
WhatsApp
.
Selain itu, fitur ini akan mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah secara
default
dan memastikan pengguna hanya bisa ditambahkan ke grup oleh orang yang sudah ada di daftar kontak.
Batasan Penggunaan
Meta menegaskan bahwa fitur keamanan paling ketat ini hanya bisa diaktifkan atau dinonaktifkan melalui perangkat utama.
Baca Juga:
Unik dan Keren! Begini Cara Membuat Nada Dering WhatsApp yang Bisa Sebut Nama Sendiri Secara Otomatis
Pengguna tidak dapat mengubah pengaturan ini melalui ponsel kedua (perangkat tertaut), WhatsApp Web, maupun WhatsApp versi Windows/Desktop.
Transisi ke Bahasa Pemrograman Rust
Selain fitur yang terlihat oleh pengguna,
WhatsApp
juga melakukan perombakan "di balik layar".
WhatsApp kini bertransisi menggunakan bahasa pemrograman Rust untuk mengelola enkripsi foto, video, dan pesan.
Langkah ini diambil untuk memberikan proteksi yang lebih kuat terhadap ancaman
spyware
tingkat tinggi.
Baca Juga:
Notifikasi WhatsApp Tidak Muncul? Ini 10 Cara Ampuh Mengatasinya Agar Chat Tidak Terlambat Balas
Cara Mengaktifkan: Bagi Anda yang ingin mencoba fitur ini, Anda dapat menemukannya melalui menu: Pengaturan > Privasi > Lanjutan > Pengaturan Akun Ketat.
Pembaruan ini akan digulirkan secara bertahap kepada seluruh pengguna WhatsApp secara global dalam beberapa pekan ke depan. Pastikan aplikasi Anda selalu berada di versi terbaru untuk mendapatkan akses keamanan ini.
(*Drw)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.