faktakalbar

Water Front Kuala Singkawang Ditargetkan Capai 200 Meter, Pembangunan Turap dan Jalan Jadi Prioritas

Faktakalbar.id - Pengembangan Water Front Kuala di Kecamatan Singkawang Barat direncanakan berlanjut hingga mencapai panjang 200 meter, dengan pembangunan turap dan jalan tepian sungai sebagai bagian dari penataan kawasan pesisir.

Penulis: Wati Tuesday, 13 October 2026 📖 1 menit
Water Front Kuala Singkawang Ditargetkan Capai 200 Meter, Pembangunan Turap dan Jalan Jadi Prioritas
Pemerintah Kota Singkawang merencanakan pembangunan lanjutan Water Front Kuala hingga 200 meter, termasuk penataan turap dan jalan di sepanjang tepian sungai. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pengembangan Water Front Kuala di Kecamatan Singkawang Barat direncanakan berlanjut hingga mencapai panjang 200 meter, dengan pembangunan turap dan jalan tepian sungai sebagai bagian dari penataan kawasan pesisir.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat meninjau Water Front Kuala bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup pada Senin (12/10/2026).

Pemerintah Kota Singkawang berharap dukungan anggaran pemerintah pusat dapat membantu melanjutkan pembangunan kawasan tersebut.

“Kita berharap pemerintah pusat dapat mendukung anggaran untuk pengerjaan lanjutan Water Front Kuala hingga target 200 meter dapat tercapai,” katanya.

Pembangunan turap dan jalan di sepanjang tepian sungai menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan tersebut.

Infrastruktur itu diharapkan mendukung kenyamanan masyarakat dan pengunjung sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik.

Selain pembangunan fisik, penataan Water Front Kuala juga mencakup rencana memperindah lingkungan melalui penanaman berbagai jenis bunga dan jeruk sambal.

Tanaman jeruk sambal dipilih karena memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

“Water Front Kuala akan kita tata agar lebih indah dan menarik. Selain menanam berbagai jenis bunga, kita juga akan menanam jeruk sambal yang memiliki nilai ekonomi dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Tjhai Chui Mie.

Kawasan Kuala dikenal sebagai kampung nelayan yang menghasilkan beragam produk olahan hasil laut.

Potensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana pengembangan kawasan pesisir sebagai destinasi wisata bahari.

Jika pembangunan dilanjutkan, fasilitas tepian sungai diharapkan dapat menunjang aktivitas warga sekaligus memberikan ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

Meski demikian, realisasi target panjang 200 meter masih bergantung pada dukungan anggaran dan pelaksanaan pembangunan lanjutan.

Informasi mengenai nilai anggaran yang dibutuhkan, sumber pendanaan yang telah tersedia, serta jadwal penyelesaian pekerjaan belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.

Kepastian mengenai aspek tersebut penting untuk mengetahui tahapan pembangunan dan target penyelesaian Water Front Kuala.

Pengembangan kawasan pesisir ini pada akhirnya tidak hanya bergantung pada penataan visual, tetapi juga pada kualitas infrastruktur, pemeliharaan lingkungan, dan keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK