faktakalbar

Warga Tayan Hulu Diminta Aktif Laporkan Potensi Karhutla

Faktakalbar.id - Masyarakat di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, diminta aktif melaporkan asap, titik api, dan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penulis: Natash Sunday, 16 August 2026 📖 2 menit
Warga Tayan Hulu Diminta Aktif Laporkan Potensi Karhutla
Peserta rapat koordinasi karhutla di Tayan Hulu membahas peran masyarakat dalam mendeteksi dan melaporkan potensi kebakaran. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Masyarakat di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, diminta aktif melaporkan asap, titik api, dan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Kecamatan Tayan Hulu Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Rapat berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tayan Hulu dan diikuti unsur kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat.

Kapolsek Tayan Hulu IPTU Trisna Mauludi mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak awal.

Menurutnya, warga berada dekat dengan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi munculnya titik api.

“Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan masyarakat memiliki posisi penting dalam deteksi dini. Jika ada asap, titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera informasikan kepada petugas. Kecepatan laporan akan menentukan kecepatan penanganan,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan karena Kecamatan Tayan Hulu memiliki sejumlah wilayah yang perlu mendapat perhatian terhadap potensi karhutla.

Pemantauan sebelumnya juga menemukan hotspot yang kemudian dilakukan pengecekan langsung atau ground check.

Menurut Trisna, laporan awal dari masyarakat dapat membantu petugas menentukan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Potensi karhutla harus kita hadapi dengan kesiapsiagaan dan deteksi dini. Jangan menunggu api membesar. Setiap informasi mengenai hotspot, asap, maupun titik api harus segera diverifikasi agar kondisi sebenarnya di lapangan dapat diketahui dan ditangani sejak awal,” ujar IPTU Trisna.

Selain pelaporan, pemerintah desa diminta memperkuat sosialisasi mengenai risiko pembakaran lahan.

Warga juga perlu mengetahui ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan lahan untuk mengurangi risiko kebakaran.

Peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa turut diperkuat melalui koordinasi dengan perangkat desa.

Sejumlah kepala desa yang mengikuti rapat menyatakan kesiapan meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing.

Mereka juga berkomitmen segera berkoordinasi dengan petugas jika menemukan asap atau titik api.

Camat Tayan Hulu Laurianus Yoka mendukung langkah tersebut dan mendorong pemerintah desa memperkuat komunikasi dengan unsur TNI dan Polri.

Koordinasi diperlukan agar informasi dari lapangan dapat diteruskan kepada petugas yang memiliki kewenangan melakukan penanganan.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan pemetaan kawasan yang dinilai rawan terhadap kebakaran.

Selain informasi warga, pemantauan hotspot dan laporan Satgas darat digunakan sebagai bagian dari deteksi dini.

Kesiapan tersebut dilakukan menghadapi musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, apel siaga juga digelar untuk memastikan personel dan sarana prasarana berada dalam kondisi siap.

Rapat koordinasi di Tayan Hulu berlangsung hingga sekitar pukul 16.30 WIB dan berjalan kondusif.

Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran meluas karena informasi awal dapat membantu petugas melakukan verifikasi dan penanganan lebih cepat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK