Wali Kota Cup II Pontianak Dorong Basket Tak Sekadar Kompetisi, Tapi Sport Tourism
Faktakalbar.id - Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II di Pontianak tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya mengembangkan sport tourism dan aktivitas ekonomi daerah.
Faktakalbar.id - Kejuaraan Bola Basket Wali Kota Cup II di Pontianak tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya mengembangkan sport tourism dan aktivitas ekonomi daerah.
Turnamen yang berlangsung di GOR Perbasi Pontianak tersebut diikuti 78 tim dari berbagai kelompok usia dan kategori.
Peserta terdiri atas kelompok usia 40 tahun, senior putra, serta kategori SMP dan SMA putra maupun putri.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kegiatan olahraga dapat memberikan dampak lebih luas di luar arena pertandingan.
“Kita ingin menjadikan Pontianak sebagai kota olahraga, sport city, sekaligus mendorong sport tourism. Karena kegiatan olahraga seperti ini bisa memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi, pariwisata, kesehatan, dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Edi, turnamen olahraga dapat menjadi salah satu kegiatan yang menarik kedatangan masyarakat dan penggemar olahraga ke suatu daerah.
Aktivitas tersebut juga berpotensi mendorong pergerakan sektor pendukung, termasuk usaha kuliner dan kegiatan ekonomi di sekitar lokasi pertandingan.
Pemerintah Kota Pontianak juga terus membangun dan memperbaiki fasilitas olahraga untuk mendukung kegiatan pembinaan maupun penyelenggaraan event.
Edi berharap kompetisi basket dapat kembali meningkatkan minat masyarakat terhadap cabang olahraga tersebut.
Ia juga berharap mantan pemain dan penggemar basket dapat ikut terlibat dalam membangun ekosistem olahraga di Pontianak.
“Semoga dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang bisa membawa nama Pontianak dan Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Ketua panitia Wali Kota Cup II Yandi mengatakan turnamen tersebut juga diarahkan menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dan pencinta basket.
“Kita ingin acara ini menjadi acara persatuan bagi semua pencinta olahraga basket, khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurut Yandi, perkembangan basket membutuhkan kompetisi yang berlangsung secara rutin dan melibatkan banyak kelompok.
Kompetisi dapat memberikan pengalaman kepada atlet untuk menghadapi tekanan pertandingan sekaligus mengevaluasi kemampuan.
“Ajang seperti ini memberi pengalaman bertanding. Dari sini mereka bisa belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kualitas permainan,” jelasnya.
Penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih sederhana dibandingkan edisi sebelumnya karena panitia tidak menghadirkan pemain luar negeri maupun atlet internasional.
Kondisi kabut asap yang sempat terjadi di Pontianak menjadi salah satu pertimbangan dalam penyelenggaraan tahun ini.
Meski berlangsung dengan skala yang lebih sederhana, turnamen tetap melibatkan puluhan tim dan berbagai kelompok usia.
Panitia juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah, sponsor, Perbasi, KONI, pelatih, ofisial, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.