faktakalbar

Wacana Jual Saham Piala Dunia Batal, Presiden FIFA Batal Naik Gaji 525 Persen

Gianni Infantino Gagal Bawa Pulang Rp 539 Miliar per Tahun Usai Pendirian FFE Ditolak

Presiden FIFA Gianni Infantino batal menerima lonjakan gaji 525 persen menjadi Rp 539 miliar setelah rencana pendirian FFE untuk menjual saham Piala Dunia resmi dibatalkan.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Tuesday, 04 August 2026 📖 1 menit
Wacana Jual Saham Piala Dunia Batal, Presiden FIFA Batal Naik Gaji 525 Persen
Gaji Presiden FIFA Batal Naik 525 Persen Usai Wacana FFE Ditolak. (Dok. fifa.com)

Faktakalbar.id - Presiden FIFA Gianni Infantino dipastikan batal menikmati lonjakan kenaikan gaji fantastis hingga 525 persen. Pembatalan ini terjadi seiring gugurnya wacana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta.

Dilaporkan oleh The Times, FIFA sebelumnya berencana mendirikan FIFA Forward Enterprise (FFE), yakni anak perusahaan baru yang bertugas mengelola hak siar, penjualan tiket, hingga skema komersialisasi saham Piala Dunia ke investor swasta. Namun, wacana ini menuai penolakan masif dari federasi sepak bola anggota.

Di balik rencana pendirian FFE tersebut, terungkap bahwa Infantino berpotensi mengantongi peningkatan pendapatan signifikan. Saat ini, Infantino menerima gaji tahunan sebesar 2,6 juta Euro (sekitar Rp 53 miliar). Apabila skema FFE disetujui, pendapatannya berpeluang melesat hingga 26 juta Euro atau setara Rp 539 miliar per tahun.

Dari 211 negara anggota yang mengikuti voting, mayoritas menolak proposal pendirian FFE. Penolakan tersebut turut mengguncang posisi Infantino menjelang Kongres FIFA untuk pemilihan presiden baru yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret 2027.

Dukungan untuk Infantino kini dikabarkan merosot drastis, terutama dari pihak UEFA yang dipimpin Aleksander Ceferin. Ketegangan antarorganisasi tersebut kian terlihat setelah Ceferin memilih absen pada laga final Piala Dunia 2026 lalu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK