faktakalbar

UMKM Bisa Jadi Senjata Ekonomi Terbaik dengan Strategi dan Persiapan yang Tepat

Penulis: Redaksi Sunday, 29 December 2024 📖 3 menit
UMKM Bisa Jadi Senjata Ekonomi Terbaik dengan Strategi dan Persiapan yang Tepat
BENGKAYANG - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini merupakan salah satu pendorong terbesar ekonomi di Indonesia. Maraknya para pengusaha UMKM ini juga dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Indonesia saat ini. Hal inilah yang membuat Fajar Arifin bersama dengan teman-temannya yang tergabung dalam Mahasiswa MBKM Bina Desa Kelompok 05 Desa Sungai Pangkalan 1 FISIP Universitas Tanjungpura ingin mencoba menaikkan kualitas para pengusaha. Utamanya yang berada di Desa Sungai Pangkalan 1, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. “Di sini, setidaknya terdapat 20 orang pelaku usaha yang masih berjalan yang membutuhkan pendampingan dan pelatihan sehingga usaha mereka bisa semakin maju dan berkembang,” kata Fajar, salah satu Mahasiswa Bina Desa Kelompok 05 Desa Sungai Pangkalan 1. Menurutnya, para pelaku UMKM yang ada di Desa Sungai Pangkalan 1 sejatinya punya kemampuan lebih untuk mengembangkan usaha mereka lebih jauh. Namun, kekurangan yang dimiliki pun tak main-main sehingga berakibat pada terhambatnya perkembangan mereka. “Banyak kekurangan yang ada, seperti ruang lingkup penjualan yang masih kecil, SDM yang kurang melek teknologi, dan kebanyakan dari mereka bahkan belum memliki Nomor Induk Berusaha yang akhirnya menyebabkan mereka kurang memiliki pasar untuk menjual produk mereka,” ujarnya. Melalui hal inilah, Mahasiswa MBKM Bina Desa Kelompok 05 memulai usahanya untuk membantu masyarakat mengembangkan UMKM mereka di sana dengan sosialisasi, pembuatan akun Instagram, dan membantu membuatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi masyarakat. “Berangkat dari keresahan yang ada ini, kami mulai membantu masyarakat sejak Oktober hingga Desember 2024 untuk mengambil langkah awal mengembangkan usaha mereka,” tuturnya. Mahasiswa MBKM Bina Desa Kelompok 05 memulai kegiatannya di Desa Sungai Pangkalan 1 dengan melakukan sosialisasi yang dimulai pada 15 Oktober 2024. Dirinya dan teman-temannya melakukan edukasi terhadap pemanfaatan media digital dan NIB bagi perkembangan usaha para pelaku UMKM. “Jadi, kami coba beritahukan ke mereka bahwa di masa digitalisasi ini, penggunaan media digital itu jadi modal penting untuk pengembangan usaha. Lalu, karena banyak juga dari mereka belum punya NIB, saya kenalkan juga dan berikan edukasi pentingnya NIB untuk usaha mereka,” ucapnya. Dirinya menyampaikan bahwa dengan adanya NIB ini, masyarakat dapat dimudahkan proses perizinan usahanya sehingga tidak membutuhkan proses panjang dan mereka juga memiliki legalitas usaha. “NIB ini sangat penting sebetulnya. Jadi, selain sebagai bukti sah secara hukum dan dianggap memiliki legalitas usaha oleh pemerintah, masyarakat juga bisa dimudahkan untuk memeroleh izin usaha dan tidak perlu melalui proses yang panjang,” jelasnya. Langkah selanjutnya, Mahasiswa Bina Desa Kelompok 05 turun langsung ke salah satu UMKM yang ada di Desa Sungai Pangkalan 1, yakni UMKM Tempe Lestari. “Kemudian, 18 Oktober itu saya dan teman-teman turun langsung ke salah satu UMKM yang ada, yaitu Tempe Lestari untuk melihat langsung proses pembuatan tempe oleh mereka dan juga membantu membuatkan video pengenalan UMKM mereka itu,” ungkapnya. Desember 2024, tepatnya tanggal 9, Fajar pergi menuju ke Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai pembuatan NIB. NIB memiliki sejumlah syarat pembuatan, yakni memerlukan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), email, dan nomor handphone yang aktif. Mahasiswa Bina Desa Kelompok 05 juga membantu para pengusaha UMKM yang masih belum memiliki NPWP sebelum kemudian membuat NIB milik mereka. “Sebagai pelaku usaha, tentunya NPWP merupakan hal yang sangat penting bagi mereka sebelum kemudian membuat NIB. NPWP ini memiliki peran penting dalam mendukung legalitas dan mengelola pajak UMKM,” ucapnya. Setelah informasi didapatkan, Mahasiswa Bina Desa Kelompok 05 kembali ke Desa Sungai Pangkalan 1 dan segera membuatkan NIB beserta akun Instagram bagi para pelaku UMKM untuk kemudian digunakan dalam usaha. “Kami pun menyerahkan NIB dan akun Instagram yang telah jadi dengan diwakili Bu Halimah sebagai pemilik UMKM Tempe Lestari dan sejumlah staff dari pelaku usaha UMKM yang ada di Desa Sungai Pangkalan 1,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa UMKM di Desa Sungai Pangkalan 1 sejatinya memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang jauh. Namun, sosialisasi akan pentingnya memanfaatkan media sosial dan kepemilikan NIB perlu dimarakkan dan dibantu agar masyarakat memahami dan dapat mengembangkan usaha mereka dengan maksimal. “Membuat konten yang menarik dan melanjutkan konsistensi postingan dapat mengoptimalkan dan meningkatkan efektifitas pemasaran produk. Selain itu, NIB diperlukan sebagai pengenalan identitas produk UMKM,” tegasnya. Melalui semua upaya yang telah dilakukan Fajar Arifin dan teman-temannya ini, ia menyampaikan bahwa UMKM dapat menjadi ujung tombak ekonomi di Indonesia dengan penanganan dan strategi yang tepat dari para pelakunya. “UMKM merupakan kegiatan usaha rumah tangga yang banyak menyerap lowongan tenaga kerja, tetapi masih banyak pelaku usaha yang masih belum mengerti memanfaatkan media sosial dalam era digital ini. Keberadaan kita sebagai yang paham teknologi dan digital inilah menjadi penyambung dan pembuka jalan bagi mereka,” tutupnya. ( mro )

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK