Trayek Bus Putussibau-Kuching Resmi Dibuka, Layani Perjalanan Lewat Badau dan Lubok Antu
Faktakalbar.id - Layanan bus lintas negara dengan trayek Putussibau–Badau–Lubok Antu–Kuching resmi diluncurkan untuk menghubungkan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dengan Sarawak, Malaysia.
Faktakalbar.id - Layanan bus lintas negara dengan trayek Putussibau–Badau–Lubok Antu–Kuching resmi diluncurkan untuk menghubungkan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dengan Sarawak, Malaysia.
Peresmian dan pelepasan armada dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Pembangunan dan Ekonomi, dengan dihadiri Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi yang mewakili bupati.
Peluncuran trayek tersebut menjadi bagian dari pengembangan konektivitas transportasi darat antara wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Rute perjalanan menghubungkan Putussibau dengan Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, kemudian berlanjut ke Lubok Antu sebelum mencapai Kuching, Sarawak.
Kehadiran layanan ini diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lintas negara untuk keperluan keluarga, pendidikan, perdagangan, maupun pelayanan publik.
Dalam sambutan yang dibacakan Sukardi, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyebut pembukaan trayek tersebut sebagai langkah untuk memperluas akses perjalanan masyarakat di kawasan perbatasan.
"Hari ini bukan hanya tentang pelepasan sebuah bus, tetapi tentang dibukanya sebuah konektivitas baru yang diharapkan dapat mendekatkan masyarakat, mempermudah perjalanan, membuka ruang bagi kegiatan ekonomi, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat Kapuas Hulu dan masyarakat Sarawak," ujar Sukardi.
Realisasi layanan ini merupakan tindak lanjut hasil Sidang ke-39 Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak, khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan perhubungan.
Acara peluncuran turut dihadiri pimpinan DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Kapolres Kapuas Hulu, perwakilan Kodim 1206/Putussibau, Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, serta Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kalimantan Barat.
Perwakilan Perum DAMRI, operator bus Asia/Biara Mas, dan sejumlah pejabat kecamatan di kawasan perbatasan juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Sukardi menilai layanan transportasi lintas negara perlu didukung pengelolaan yang konsisten agar dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
"Keberhasilan trayek ini nantinya tidak hanya bergantung pada tersedianya armada dan jadwal perjalanan, tetapi bagaimana layanan ini dapat terus dijaga agar tetap aman, nyaman, terjangkau, dan memberikan kepastian bagi masyarakat. Semoga lahir lebih banyak peluang usaha dan persaudaraan kita semakin kuat," tutup Sukardi.
Meski telah diresmikan, informasi mengenai tarif tiket, frekuensi perjalanan, jadwal keberangkatan, dan ketentuan dokumen perjalanan belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.
Informasi tersebut penting bagi calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dari Putussibau menuju Kuching maupun sebaliknya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.