faktakalbar

Titik Panas Kalbar Masih Fluktuatif, Ketapang Catat 87 Titik

Faktakalbar,id - Sebanyak 121 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan pada 19 September 2026.

Penulis: Wati Monday, 21 September 2026 📖 1 menit
Titik Panas Kalbar Masih Fluktuatif, Ketapang Catat 87 Titik
Tampak udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Faktakalbar,id - Sebanyak 121 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan pada 19 September 2026.

Data tersebut mencatat Kabupaten Ketapang sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 87 titik.

Kabupaten Melawi berada di urutan berikutnya dengan 16 titik panas yang terdeteksi pada periode pemantauan tersebut.

Sementara itu, sebanyak 11 titik panas terpantau di Kabupaten Kayong Utara, lima titik di Kabupaten Sintang, dan dua titik di Kabupaten Sekadau.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kalbar Ridwan mengatakan pemantauan dilakukan selama 24 jam pada 19 September 2026.

"Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan pada 19 September 2026, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB," kata Ridwan.

Menurut Ridwan, jumlah dan sebaran titik panas di Kalimantan Barat masih mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap titik panas perlu dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah yang terdeteksi.

Ketapang menjadi wilayah yang mendapat perhatian berdasarkan jumlah titik panas yang tercatat dalam pemantauan terakhir.

Selain Ketapang, keberadaan titik panas juga terdeteksi di Melawi, Kayong Utara, Sintang, dan Sekadau.

Sebaran titik panas tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan serta menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pada saat yang sama, penanganan kebakaran hutan dan lahan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi api serta perkembangan di masing-masing wilayah.

Data titik panas dapat berubah seiring kondisi cuaca, tutupan awan, dan hasil pemantauan terbaru.

Karena itu, angka 121 titik panas tersebut merupakan hasil pemantauan pada periode tertentu dan bukan gambaran tetap mengenai kondisi kebakaran di seluruh Kalimantan Barat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK