Tikar Bidai Bengkayang Punya Ciri Khas Rotan Saga dan Pewarna Daun Alami, Berpotensi Tambah Nilai Ekonomi
Faktakalbar.id - Tikar Bidai Bengkayang memiliki karakteristik khusus pada bahan, teknik anyaman, dan pewarna alami yang digunakan pengrajinnya.
Faktakalbar.id - Tikar Bidai Bengkayang memiliki karakteristik khusus pada bahan, teknik anyaman, dan pewarna alami yang digunakan pengrajinnya.
Kerajinan tradisional tersebut berkembang dalam masyarakat Dayak Bidayuh di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Keterampilan membuat Tikar Bidai diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Proses tersebut membuat Tikar Bidai tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga bagian dari pengetahuan tradisional masyarakat.
Salah satu bahan utama yang digunakan adalah rotan saga.
Pengrajin juga menggunakan serat kulit kayu tarap atau boyuh dalam proses pembuatan anyaman.
Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan struktur Tikar Bidai yang kuat dan tahan lama.
Keunikan lain terdapat pada warna hitam berkilau yang menjadi salah satu ciri produk tersebut.
Warna tersebut diperoleh melalui ekstraksi bahan alami dari daun rambutan dan daun nyam.
Penggunaan bahan lokal dan teknik pengolahan yang diwariskan menjadi bagian dari karakter Tikar Bidai Bengkayang.
Faktor alam Bengkayang turut menjadi salah satu unsur yang berkaitan dengan karakteristik produk tersebut.
Keahlian pengrajin atau know-how juga menjadi faktor pembeda dalam proses pembuatan Tikar Bidai.
Karakteristik tersebut menjadi bagian dari persyaratan yang mendukung proses pendaftaran Tikar Bidai sebagai produk Indikasi Geografis.
Saat ini Tikar Bidai Bengkayang telah masuk tahap proses pendaftaran Indikasi Geografis di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Seluruh berkas administratif untuk pendaftaran tersebut telah dinyatakan lengkap.
Pelindungan melalui Indikasi Geografis berkaitan dengan nama, reputasi, dan kualitas produk berdasarkan wilayah asalnya.
Status tersebut juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas pengrajin di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Selain Tikar Bidai, sejumlah produk khas Kalimantan Barat juga disiapkan untuk mengikuti proses serupa.
Produk tersebut mencakup Madu Kelulut Kubu Raya, Kopi Liberika Katab Kebahan Melawi, dan Kopi Robusta Gunung Niyut Landak.
Madu Kelulut Kapuas Hulu juga akan mendapatkan pendampingan untuk pemeriksaan substantif dalam proses Indikasi Geografis.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.