Tetap Transparan Saat Darurat, BPK Apresiasi Akuntabilitas Anggaran Kebencanaan BNPB
Faktakalbar.id - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil menjaga akuntabilitas anggaran kebencanaan meski kerap berhadapan dengan tekanan situasi darurat pada Selasa (28/7/2026).
Faktakalbar.id - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil menjaga akuntabilitas anggaran kebencanaan meski kerap berhadapan dengan tekanan situasi darurat pada Selasa (28/7/2026).
Penilaian positif tersebut dibuktikan melalui pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan penggunaan dana operasional BNPB untuk tahun anggaran 2025.
Kepala BNPB Suharyanto menerima secara langsung predikat kelayakan finansial tersebut dari Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana di ibu kota Jakarta.
Predikat WTP ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa tertib administrasi kerap terabaikan saat pemerintah dituntut harus merespons krisis atau bencana berskala besar dengan cepat.
Instansi tersebut sukses membuktikan bahwa proses evakuasi warga dan penyaluran bantuan logistik di lapangan tetap bisa berjalan seimbang dengan prinsip transparansi birokrasi negara.
Keberhasilan mempertahankan akuntabilitas anggaran kebencanaan ini juga mengukuhkan rekor baru bagi BNPB karena diraih selama lima belas tahun secara berturut-turut tanpa putus.
Nyoman Adhi Suryadnyana dalam forum tersebut memuji komitmen lembaga negara yang terus berupaya mengelola kucuran dana publik dengan menjunjung tinggi nilai integritas.
Kesesuaian laporan administrasi dengan standar akuntansi baku di tengah tingginya tekanan kedaruratan merupakan sebuah pencapaian institusional yang patut mendapat sorotan positif dari publik.
Pihak BNPB sendiri memandang apresiasi tertinggi dari BPK ini bukan sekadar pencapaian angka administratif semata di atas lembaran kertas laporan tahunan.
Keberhasilan tata kelola ini menjadi bukti konkret bahwa integritas lembaga tetap terjaga ketat saat menyalurkan hak-hak esensial para korban bencana di berbagai daerah.
Institusi penanggulangan bencana tersebut berjanji akan terus memperketat mekanisme pengawasan internal agar tidak ada satupun penyimpangan dana saat masa tanggap darurat sedang berlangsung.
Optimalisasi transparansi pelaporan dipastikan akan selalu menjadi agenda prioritas lembaga demi memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap kecepatan dan ketepatan distribusi bantuan.
Prinsip akhirnya adalah memastikan setiap keping rupiah yang dialokasikan benar-benar dihitung secara cermat agar manfaatnya langsung menyentuh masyarakat terdampak secara berkeadilan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.