Terkendala Pasokan Air, Penanganan Karhutla di Tikungan S Tayan Hilir Masuki Hari Kelima
Faktakalbae.id - Memasuki hari kelima, tim gabungan berpacu dengan waktu melakukan pendinginan sisa bara api di lahan mineral Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, pada Minggu (2/8/2026).
Faktakalbae.id - Memasuki hari kelima, tim gabungan berpacu dengan waktu melakukan pendinginan sisa bara api di lahan mineral Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, pada Minggu (2/8/2026).
Pemadaman lanjutan ini difokuskan untuk membongkar tumpukan kayu keras dan tanah yang masih menyimpan panas pascakebakaran sejak Rabu (29/7/2026).
Kebutuhan pasokan air dalam jumlah besar menjadi kendala utama petugas dalam mengoptimalkan penanganan karhutla di Tayan Hilir di tengah musim kemarau.
Untuk menyiasati keterbatasan air, tim gabungan mengerahkan mesin pompa Robin serta tangki air portabel berkapasitas 1.000 liter ke titik koordinat kebakaran.
Kapolsek Tayan Hilir, Kusdarwanto, menegaskan bahwa penyisiran bawah permukaan tanah menjadi langkah krusial agar bara tersembunyi tidak meletup kembali.
“Kami bersama seluruh unsur yang terlibat terus melakukan penyisiran dan pendinginan pada setiap titik yang masih berpotensi menyimpan bara api. Penanganan dilakukan secara maksimal agar api tidak kembali meluas dan membahayakan masyarakat maupun pengguna Jalan Trans Kalimantan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun,” tegas Kusdarwanto.
Kepolisian bersama unsur TNI, KPH Sanggau Barat, dan masyarakat setempat terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
Dukungan armada tangki dan peralatan pemadam dari BPBD Kabupaten Sanggau serta Satgas Karhutla sangat diharapkan untuk mempercepat proses pendinginan.
Sinergi lintas instansi dinilai menjadi kunci utama keberhasilan penanganan karhutla di Tayan Hilir agar titik api tidak meluas ke area lain.
Evaluasi berkala terus dilakukan pihak kepolisian guna memastikan area bekas kebakaran benar-benar steril dari bahaya bara api susulan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.