faktakalbar

Sudah Sebulan Penerbangan Bandara Singkawang Terhenti karena Kabut Asap

Faktakalbar.id - Operasional penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, terhenti selama satu bulan akibat kondisi kabut asap yang masih tebal hingga Jumat.

Penulis: Wati Sunday, 20 September 2026 📖 2 menit
Sudah Sebulan Penerbangan Bandara Singkawang Terhenti karena Kabut Asap
Kabut asap mengganggu jarak pandang dan menyebabkan operasional penerbangan di Bandara Singkawang terhenti selama satu bulan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Operasional penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, terhenti selama satu bulan akibat kondisi kabut asap yang masih tebal hingga Jumat.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Singkawang Ilham Hafizi mengatakan penerbangan belum dapat kembali beroperasi karena kondisi jarak pandang masih terganggu.

“Iya, genap sebulan. Hal itu dikarenakan kabut asap hingga kini masih tebal,” katanya.

Penerbangan terakhir di Bandara Singkawang tercatat berlangsung pada 17 Agustus 2026.

Setelah penerbangan terakhir tersebut, seluruh jadwal penerbangan belum dapat diberangkatkan hingga kondisi memungkinkan.

Gangguan penerbangan turut memengaruhi konektivitas udara dari dan menuju Kota Singkawang.

Kondisi tersebut juga berdampak pada mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di sekitar kawasan bandara.

Pemerintah Kota Singkawang kemudian membahas kemungkinan pengaturan jadwal penerbangan dengan pihak terkait.

Pembahasan tersebut dilakukan melalui rapat kerja bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Singkawang, serta perwakilan maskapai.

Salah satu opsi yang dibahas adalah penerbangan pada pagi hari ketika kondisi jarak pandang dinilai lebih memungkinkan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan kondisi jarak pandang perlu menjadi pertimbangan dalam pengaturan waktu penerbangan.

“Jarak pandang pada pagi hari relatif lebih baik dibandingkan sore hari yang cenderung mengalami penurunan akibat kabut asap,” katanya.

Menurut dia, kemungkinan penerbangan pagi tetap harus disesuaikan dengan hasil pemantauan cuaca dan ketentuan keselamatan penerbangan.

“Upaya ini penting untuk menjaga mobilitas masyarakat serta mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Bandara Singkawang yang turut terdampak akibat berkurangnya aktivitas penerbangan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Singkawang juga berkoordinasi dengan BMKG, pengelola bandara, Lanud Supadio, dan maskapai untuk melihat kemungkinan penyesuaian jadwal.

Penyesuaian tersebut diharapkan dapat dilakukan berdasarkan perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca di wilayah Singkawang.

Sementara itu, perwakilan maskapai TransNusa Adji Jallu Wicaksono mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kondisi udara di Singkawang.

Ia mengatakan keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum pesawat diberangkatkan.

Apabila penerbangan dibatalkan, maskapai akan memenuhi hak penumpang sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memberikan tenggat waktu penggantian selama tujuh hari ke depan kepada penumpang yang terdampak,” katanya.

Kondisi penerbangan di Bandara Singkawang selanjutnya masih menunggu perkembangan cuaca dan hasil pemantauan jarak pandang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK