faktakalbar

Singkawang Siapkan Sumur Bor dan Saluran Air untuk Antisipasi Karhutla

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan setelah wilayah tersebut mengalami penanganan Karhutla sepanjang akhir Agustus hingga September 2026.

Penulis: Natash Friday, 02 October 2026 📖 2 menit
Singkawang Siapkan Sumur Bor dan Saluran Air untuk Antisipasi Karhutla
Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan sejumlah infrastruktur air sebagai bagian dari mitigasi Karhutla di kawasan rawan kebakaran. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan setelah wilayah tersebut mengalami penanganan Karhutla sepanjang akhir Agustus hingga September 2026.

Langkah yang disiapkan meliputi pembangunan sumur bor, normalisasi dan pengerukan parit, serta pembuatan saluran air baru di kawasan yang dinilai rawan Karhutla.

Rencana tersebut menjadi bagian dari evaluasi setelah ratusan personel dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan kebakaran lahan di Singkawang.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pembangunan infrastruktur air diperlukan untuk membantu petugas ketika menghadapi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.

“Tujuannya agar petugas lebih mudah mendapatkan air ketika terjadi Karhutla, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan,” ujarnya.

Saluran air yang disiapkan juga diharapkan dapat berfungsi sebagai sekat api untuk memperlambat penyebaran kebakaran, terutama pada kawasan gambut.

Selain infrastruktur air, dukungan berupa peralatan operasional untuk penanganan Karhutla juga disiapkan bagi sejumlah lembaga yang terlibat dalam pemadaman.

Bantuan tersebut antara lain berupa BBM untuk kendaraan dan mesin pompa, mesin pompa, baju pemadam kebakaran, sepatu boot, serta senter.

Sejumlah perlengkapan tersebut masih dalam proses pengiriman dan nantinya akan disalurkan kepada lembaga tempat para petugas bernaung.

“Nantinya bantuan tersebut akan dibagikan kepada lembaga tempat para petugas bernaung,” kata Tjhai Chui Mie.

Sepanjang akhir Agustus hingga September 2026, sebanyak 907 personel tercatat terlibat dalam penanganan Karhutla di Kota Singkawang.

Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Damkar Satpol PP, BPKS dan YPKS, Masyarakat Peduli Api, AVB, serta sejumlah kecamatan.

Memasuki musim penghujan, perhatian pemerintah daerah juga mulai diarahkan pada potensi bencana hidrometeorologi lainnya.

Pemerintah Kota Singkawang bersama TNI dan Polri mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Di sisi lain, relawan MPA menyatakan kesiapan untuk kembali terlibat dalam penanganan Karhutla maupun bencana lainnya.

Sugianto, relawan MPA API 59, mengatakan keberadaan badan hukum yang menaungi MPA menjadi salah satu dukungan bagi kesiapan organisasi relawan.

“Dengan adanya badan hukum yang menaungi MPA, kami siap diterjunkan di wilayah-wilayah terdampak Karhutla dan bencana lainnya di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Upaya mitigasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi Karhutla sekaligus memudahkan akses air bagi petugas ketika pemadaman dilakukan di kawasan yang sulit dijangkau.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK