Singkawang Mooncake Festival 2026 Jadi Etalase Produk Lokal dan UMKM Kota Singkawang
Faktakalbar.id - Singkawang Mooncake Festival 2026 menjadi ruang bagi ratusan pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal selama festival berlangsung pada 21-27 September 2026.
Faktakalbar.id - Singkawang Mooncake Festival 2026 menjadi ruang bagi ratusan pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal selama festival berlangsung pada 21-27 September 2026.
Festival yang berpusat di Jalan Sejahtera, kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, tersebut menghadirkan berbagai stan UMKM dengan beragam produk.
Stan-stan tersebut menawarkan kuliner, makanan dan minuman, hingga cenderamata khas Singkawang kepada pengunjung.
Kehadiran UMKM menjadi salah satu bagian dalam rangkaian festival budaya yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan dan kegiatan tradisional.
Produk lokal yang dijajakan juga menjadi bagian dari pengalaman wisata bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar Singkawang.
Sejumlah pelaku usaha turut menawarkan kue bulan atau mooncake dengan berbagai varian rasa dalam festival tersebut.
Mooncake yang identik dengan perayaan masyarakat Tionghoa itu diproduksi langsung oleh pelaku usaha asal Singkawang.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan kegiatan budaya perlu memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Selain untuk melestarikan budaya dan membangun ekosistem wisata, kegiatan ini juga harus menjadi motor penggerak bagi perekonomian di Kota Singkawang,” kata Tjhai Chui Mie saat mengunjungi stan UMKM seusai pembukaan resmi festival, Senin (21/9/2026) malam.
Menurutnya, kegiatan budaya dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.
Kehadiran wisatawan dalam berbagai event dinilai dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk UMKM.
Konsep tersebut menempatkan produk lokal tidak hanya sebagai barang yang diperjualbelikan selama festival.
Kuliner dan cenderamata khas daerah juga menjadi bagian dari daya tarik yang dapat dikenalkan kepada wisatawan.
Rangkaian festival berlangsung selama tujuh hari dengan berbagai kegiatan yang mendukung kehadiran masyarakat dan wisatawan.
Kehadiran stan UMKM di sekitar lokasi festival memberikan pilihan bagi pengunjung untuk menikmati kuliner sekaligus mencari produk khas Singkawang.
Festival budaya tersebut kemudian menjadi salah satu ruang pertemuan antara kegiatan seni, tradisi, pariwisata, dan aktivitas usaha masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.