faktakalbar

Siapa Penyedia Private Jet Buat Brigjen Hendra Terbang ke Jambi

Penulis: Redaksi Friday, 23 September 2022 📖 1 menit
Siapa Penyedia Private Jet Buat Brigjen Hendra Terbang ke Jambi
Desakan Indonnesia Police Watch (IPW) agar dibuka ke publik sosok yang menyediakan Private Jet untuk digunakan Brigjen Hendra terbang ke Jambi dijawab politik oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo kalau itu sudah dalam penanganan Timsus. "Itu bagian materi dari timsus, jadi tidak perlu lagi ditanyakan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo , Kamis (22/9). Dedi mengatakan timsus saat ini fokus menuntaskan kasus dugaan pembunuhan Yosua. Dia juga menyebut Polri sedang berupaya segera menuntaskan sidang kode etik para personel yang diduga terkait perkara dugaan menghalangi penyidikan atau obstruction of justice kasus Yosua."Timsus ini fokus untuk segara menuntaskan dan menunggu dari Kejaksaan Agung, kemudian fokus juga untuk segera menyelesaikan sidang kode etik, itu fokusnya," ujarnya. Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso bicara sosok pemilik private jet yang digunakan oleh mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan. Menurut catatan IPW, pemilik private jet tersebut merupakan 'Ketua Konsorsium 303'. "Nama (pemilik jet) ini dalam catatan IPW adalah ketua konsorsium judi online Indonesia yang bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, yang hanya berjarak 200 meter dari Mabes Polri," kata Sugeng dalam siaran pers kepada wartawan, Senin (19/9). Sugeng mengklaim IPW telah mengidentifikasi jenis private jet yang saat itu digunakan Brigjen Hendra dkk terbang ke Jambi pada 11 Juli 2022, yakni tipe Jet T7-JAB. "Private jet T7-JAB diketahui sering dipakai oleh seorang bos perusahaan, yang juga mantan narapidana kasus korupsi sekaligus pemilik hotel di Bali, dalam penerbangan bisnis Jakarta-Bali," katanya.(rfk/dtc)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK