faktakalbar

Sering Minum Air Isi Ulang, Amankah untuk Kesehatan?

Sering minum air isi ulang? Kenali faktor yang memengaruhi keamanan air, mulai dari sumber air, proses pengolahan hingga kebersihan galon.

Penulis: Clara Saturday, 19 September 2026 📖 1 menit
Sering Minum Air Isi Ulang, Amankah untuk Kesehatan?
Ilustrasi air minum isi ulang yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Air minum isi ulang menjadi pilihan banyak masyarakat karena harganya relatif terjangkau dan mudah ditemukan. Namun, keamanan air isi ulang tidak hanya bergantung pada proses penyaringan, tetapi juga kualitas sumber air dan kebersihan selama proses pengolahan.

Pakar Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Prof. Etty Riani, menjelaskan bahwa tingkat risiko air isi ulang dapat berbeda-beda. Menurutnya, kualitas sumber air, teknologi pengolahan, kondisi fasilitas, kebersihan operator, hingga penanganan setelah pengisian menjadi faktor yang memengaruhi keamanan air.

Air dari sumber yang tercemar juga belum tentu seluruh kontaminannya dapat dihilangkan melalui proses penyaringan. Kontaminan tersebut dapat berupa bakteri, virus, protozoa maupun zat kimia seperti arsen, timbal, kadmium, pestisida, nitrat dan nitrit.

Selain sumber air, peralatan di depot juga perlu diperhatikan. Selang, tangki, keran, filter, hingga galon dapat menjadi titik kontaminasi apabila tidak dibersihkan dan dirawat dengan baik. Kebersihan operator selama proses pengisian juga turut berpengaruh.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak hanya memilih depot berdasarkan harga atau lokasi. Kebersihan tempat, kondisi peralatan, sumber air baku, hasil pemeriksaan laboratorium, serta kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapat menjadi pertimbangan sebelum membeli air isi ulang.

Kondisi galon juga tidak boleh diabaikan. Pastikan galon dalam keadaan bersih, tidak retak, berlumut, berbau, atau terlihat kotor. Setelah diisi, galon sebaiknya disimpan di tempat yang bersih dan terlindung agar tidak terjadi kontaminasi ulang.

Dengan demikian, air isi ulang tidak otomatis berbahaya untuk dikonsumsi. Namun, tingkat keamanannya sangat bergantung pada kualitas air baku, proses pengolahan, kebersihan depot dan operator, kondisi galon, serta penanganan setelah pengisian.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK