faktakalbar

Sambut Hari Sumpah Pemuda, Rektor ISBI Singkawang Suarakan Keseimbangan Penggunaan Bahasa Indonesia dan Melayu Daerah

Faktakalbar.id - Rektor Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang, Eka Murdani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Penulis: Natash Tuesday, 27 October 2026 📖 1 menit
Sambut Hari Sumpah Pemuda, Rektor ISBI Singkawang Suarakan Keseimbangan Penggunaan Bahasa Indonesia dan Melayu Daerah
Rektor ISBI Singkawang, Eka Murdani. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Rektor Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang, Eka Murdani, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Festival Bahasa dan Sastra (Festara) 2026 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia ISBI Singkawang di halaman kampus, Senin (26/10/2026).

Perhelatan yang mengusung tema “Bahasa Bersua, Sastra Berkarya, Generasi Bicara” ini diikuti oleh 31 tim pelajar tingkat SMA sederajat se-Kota Singkawang.

Menurut Eka Murdani, Festara 2026 merupakan representasi konkret upaya menyambut Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan ini diharapkan mampu menyegarkan kembali ingatan generasi muda terhadap ikrar menjunjung tinggi bahasa persatuan.

“Festara ini menjadi salah satu upaya untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda, khususnya dalam mengingat kembali ikrar untuk menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” ujar Eka.

Meski demikian, Eka memberikan catatan kritis mengenai kedaulatan bahasa, di mana peningkatan kompetensi bahasa Indonesia tidak boleh menggerus keberadaan bahasa ibu atau bahasa daerah.

“Penggunaan bahasa Indonesia harus terus kita tingkatkan, tetapi bukan berarti bahasa daerah atau bahasa ibu kita kesampingkan,” teganya.

Keseimbangan ini dipandang krusial sebagai bentuk pelestarian identitas budaya sekaligus adaptasi komunikasi formal.

Di sisi lain, Eka Murdani menilai festival ini menjadi ruang strategis bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas.

Para peserta diuji kemampuannya dalam berkomunikasi sehari-hari maupun melalui karya tulis yang sesuai dengan kaidah ejaan yang berlaku.

Secara teknis, 31 tim berkompetisi pada dua kategori, yakni Musikalisasi Puisi dan Puisi Berantai, dengan MAN Kota Singkawang keluar sebagai juara pertama di kedua kategori.

Jumlah peserta tahun ini mengalami lonjakan drastis dibandingkan tahun lalu, yang menunjukkan meningkatnya minat sastra di kalangan pelajar.

ISBI Singkawang berkomitmen untuk terus menjadikan perhelatan ini sebagai agenda tahunan guna membina dan mengembangkan bakat bahasa dan sastra generasi muda.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK