Sabilal Muhtadin: Warisan Intelektual Nusantara yang Mendunia
Di tengah maraknya rujukan keagamaan di era digital, Sabilal Muhtadin karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari tetap menjadi salah satu kitab fikih mazhab Syafi'i paling berpengaruh di Nusantara. Selama lebih dari dua abad, kitab ini menjadi rujukan u…
Di tengah maraknya rujukan keagamaan di era digital, Sabilal Muhtadin karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari tetap menjadi salah satu kitab fikih mazhab Syafi'i paling berpengaruh di Nusantara. Selama lebih dari dua abad, kitab ini menjadi rujukan ulama, pesantren, dan majelis taklim di Indonesia hingga Asia Tenggara.
Keistimewaan kitab ini terletak pada kemampuannya menjawab persoalan masyarakat sekaligus membuktikan bahwa ulama Nusantara mampu melahirkan karya ilmiah yang diakui dunia Islam. Naskahnya dipelajari di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam hingga Thailand selatan, dan masih menjadi objek kajian akademik hingga sekarang.
Ironisnya, banyak generasi muda lebih mengenal karya ulama luar negeri dibandingkan mahakarya ulama Nusantara. Padahal, Sabilal Muhtadin merupakan warisan intelektual yang menunjukkan tingginya tradisi keilmuan Islam di Kalimantan dan Indonesia.
Karena itu, kitab ini harus terus dikaji, didigitalisasi, dan diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap hidup sebagai bagian dari identitas keilmuan Islam Nusantara. Merawat Sabilal Muhtadin bukan sekadar menjaga sebuah kitab, tetapi menjaga sejarah, peradaban, dan kebanggaan bangsa atas karya ulama yang telah mendapat pengakuan lintas generasi.
Oleh: Ustadz Faisal Al-Banjari
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.